Arsip Kategori: Th. 1978

Sejarah Reyog Ponorogo

Reog Panaraga sebagai pertunjukan satire, olok-olok, atau sindiran, tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan sasaran yang dijadikan olok-olok tersebut. Sasaran itu bermacam-macam. Dapat menunjuk pada situasi masyarakat umum, atau tertentu, dalam kurun waktu tertentu pula, atau kepada seseorang tokoh terpandang, yang … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | 1 Komentar

Reog Tulungagung

Reog Tulungagung ini merupakan gubahan tari rakyat, yang menggambarkan arak-arakan prajurit pasukan Kedhirilaya tatkala mengiring pengantin “Ratu Kilisuci” ke gunung Kelut, untuk menyaksikan dari dekat hasil pekerjaan Jathasura, sudahkah memenuhi persyaratan pasanggirinya atau belum. Dalam gubahan tari reog ini barisan … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , | 2 Komentar

Kapat, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Upacara Kapat, Meminta Selamat Pada setiap tanggal 4 bulan Kapat, masyarakat Tengger melakukan upacara-upacara yang bermaksud mencapai keselamatan untuk umat ma­nusia, tanaman dan hewan piaraan. Upacara bulan Kapat ini sebenarnya berhubungan dengan siklus pertanian. Upacara ini lebih menekankan ke­pada usaha … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Asal mula upacara Karo, Legenda Tengger

Asal mula upacara Karo itu menurut legendanya sebagai berikut: Konon, pada jaman dahulu, adalah dua orang sahabat yang sangat erat ikatan persaudaraannya, ialah Nabi Muhammad dan Adji Saka. Adapun tempat kediaman kedua orang sahabat itu di Mekah. Mereka itu masing-masing … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Pujan Karo, Upacara Tradisi Masayarakat Tengger

Upacara Karo, Rekaman Kesetiaan Dua Abdi Setya dan Setuhu Pada setiap tanggal 16 bulan purnama bulan Karo, masyarakat Tengger merayakannya dengan permainan Sodoran dan mengeluarkan Jimat Klontong untuk dibersihkan. Pada saat itu seluruh masyarakat merayakannya dengan sukacita, saling berkunjung untuk … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , , | 1 Komentar

“Entas-entas”, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Upacara  setelah keseribu-harinya kematian. Upacara ini dinamakan “entas-entas”. Petra dibuat dengan secara besar- besaran yang dibuat dari bunga pisang, buah kelapa, lawe, daun pokok, rumput, telur dan diberi pakaian. Petra dibuat seperti orang-orangan yang dibentuk secara duduk. Petra merupakan tempat … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar