Arsip Harian: 13 September 2012

Upacara Tugel Kuncung

Bagi masyarakat tengger upacara Tugel Kuncung berlaku bagi anak laki-laki yang umurnya kurang dari 15 tahun. Menurut sejarahnya, merupakan satu dari sekian banyak warisan adat yang ditinggalkan oleh Sang Sidharta Gautama. Sebab waktu Sang Sidharta meninggalkan istana untuk turun ke bawah, … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Upacara waktu Mengandung Masyarakat Tengger

Pada waktu mengandung upacara yang dilakukan terutama pada waktu kandungan berumur tujuh bulan. Upacara ini disebut “ujud”. Upacara ini bertujuan supaya bayi yang sedang dikandung selamat dan mudah dilahirkan. Upacara sujud dipimpin oleh Dukun Paraji, Sesajen di­sediakan dan pembakaran dupa … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Upacara Khitanan Masyarakat Tengger

Setelah anak laki-laki berumur 12 tahun diadakan lagi upacara peringatan cuplak pusar dan khitanan. Hari baik untuk melakukan khi­tanan dilakukan pada hari setelah kelahirannya. Khitanan tabu pada hari cuplak pusarnya. Sehari sebelum dikhitan si anak diajak ke Punden untuk melakukan … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Untung Sebagai Letnan V.O.C.

SIKAP UNTUNG SEBAGAI LETNAN V.O.C. DALAM MENGHADAPI PANGERAN PURBAYA Setelah mendapatkan gemblengan dari Syekh Lintung, Untung meninggalkan Depok menuju ke Udug-udug di daerah Priangan Barat di mana tempat ini banyak didiami gerombolan pengacau yang telah banyak menimbulkan kerugian di kalangan … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger

Biasanya setelah bayi berumur lima atau 7 hari pusarnya mengering dan terlepas. Kejadian ini diperingati dengan suatu upacara. Upacara ini dilakukan dengan “kekerik”, yang bertujuan untuk melepaskan segala kotoran dari leluhurnya, dan supaya mendapatkan keselamatan. Mantera yang dibacakan diantaranya sebagai … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , , , | 2 Komentar

Upacara Among among Masyarakat Tengger

Setelah bayi berumur 35 atau 44 hari diadakan upacara “among- among” yaitu upacara untuk menyelamati “sing bahu Rekso”. Pem­berian mantera ialah agar bayi dijauhkan dari segala gangguan. Kemudian di-“lindungi” diberi mantera dari orang-orang tua, pada waktu nengkurep. Pada waktu merangkak … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar