Arsip Harian: 4 Oktober 2011

Nasib aset wisata Surabaya: berkesan terabaikan

-April 2004- Iklim industrialisasi di Surabaya amat dominan. Pariwisata pun perlu dikelola dalam aroma dan nuansa sarat kepentingan bisnis. Peliknya, penentu serangkaian kebijakan pariwisata terkadang mengabaikan tempat/objek wisata itu sendiri, terutama objek yang mempunyai nilai historis. Jika satu objek dapat … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Wisata | Tag , , , | Meninggalkan komentar

House of Sampoerna

PT. Agasam “menjawab” secara konkret arti penting cagar budaya bagi sebuah kota sebesar Surabaya. House of Sampoerna, di JI Sampoerna, bolehjadi kelak akan menjadi ikon Kota Pahlawan ini. Gedung kuno milik perusahaan rokok itu kini telah rampung dipugar, kemudian d1peruntukkan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Wisata, Wisata Sejarah | Tag , , | Meninggalkan komentar

NYEPI di Kampung Madura

Siang itu perkampungan Bongso Wetan, 27  kilometer arah selatan dari pusat Kota Gresik, tampak sepi. Hanya beberapa perempuan berkerudung tipis terlihat menggaruk-garuk gabah di atas selembar terpal hitam yang terhampar di jalan makadam, depan rumah. Meski sibuk bekerja, mereka menjawab … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Seni Budaya, Wisata Relegi | Tag , , | Meninggalkan komentar

Sentra Andalan yang Seperti Disiakan

KALIABU – Brem?  “Oh, itu ada di Desa Kaliabu Pak. Bu. Mas dan mbak. Kalau ada masjid besar, terus belok ke kiri. Atau jika dan arah Madiun, kalau sudah bertemu masjid belok ke kanan. Masuk saja lurus, nah disitu banyak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sentra, Wisata, Wisata Kuliner | Tag , , | Meninggalkan komentar

Menandai Madiun dari Brem Desa Kaliabu

UKM Potensial yang Mulai Tergerus Jaman Tak ada yang tahu pasti mengapa makanan berbentuk kotak-kotak persegi panjang berwarna kuning keemasan itu disebut dengon brem. Makanan tradisoinal khas Kabupaten Madiun yang nyaris seperti legenda. Memiliki sensansi rasa semriwing ketika menempel di … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sentra, Wisata Kuliner | Tag , , | Meninggalkan komentar

ber “KYA-KYA” di Kembang Jepun Surabaya

Istilah Kya kya yang dipakai untuk walkstreet Surabaya ini diambil dari bahasa Cina yang berarti jalan-jalan. Bahasa Cina? Ya, karena kawasan Kembang Jepun ini terkenal sebagai kawasan Pecinan. Dalam catatan sejarah, Kembang Jepun adalah salah satu kawasan yang paling sibuk … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Wisata | Tag , , | Meninggalkan komentar