Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur


Pakaian bayi berumur 0-3 bulan 

Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur,  Madura,  Kabupaten Bangkalan, Pakaian Sehari-hari Bangsawan, Pakaian bayi berumur 0-3 bulan.

Nama pakaian untuk bayi yang berumur 0-3 bulan, yang bagian atas disebtu Gerita sedangkan bagian bawahnya disebut Geddung.

Untuk bayi baru lahir sampai usia 40 hari, pada bagian kepala, baik bayi laki-laki maupun perempuan dari turunan bangsawan tidak memakai perlengkapan apapun, namun diberi ramuan di atas kepalanya.

Pada bagian badan inilah baru diberi pakaian Gerita yang panjang dan lebar disesuaikan dengan tubuh bayi. Berbentuk Empat persegi panjang dengan kedua sisi yang digunting menjadi bagian-bagian yang kecil sehingga membentuk tali yang berjumlah 5 buah. Bagian tengah dari gurita tersebut dibiarkan utuh diperuntukkan sebagai alas punggung dan penutup perut.

Kemudian ditalikan se­hingga gurita tersebut dapat menempel ke tubuhnya. Sebagai alas pantat bayi dipergunakan daun pace selembar yang ditempelkan di bagian pantatnya. Fungsi daun pace ini untuk menghisap keringat di bagian pantat agar tidak lembab.

Gedhung bahannya kain panjang yang dibungkuskan ke seluruh tubuh bayi sehingga bayi ter­sebut terbungkus rapat. Fungsi gedung ini selain untuk membungkus badan, juga untuk membentuk syaraf-syaraf dalam tubuhnya agar normal.

Gurita dan gedhung ini dipakaikan sehari-hari untuk bayi selama 7 bulan. Sebelum lahir, perlengkapan ini tidak boleh disediakan terlebih dahulu. Sudah merupakan suatu tradisi bahwa sebelum bayi lahir, baik ibu maupun keluarga tidak boleh menyediakan perlengkapan apa pun baik pakaian dan perhiasan. Maka dari itu, baik pakaian maupun perlengkapan bayi biasanya disediakan secara spontan dari sehelai kain panjang yang dirobek menjadi beberapa bagian dan dibentuk tanpa jahitan.

Setelah bayi berusia 7 bulan bayi baru lepas dari gurita diganti dengan celana, baju, topi dan kaos kaki, pada jaman dahulu bahan biasanya mempergunakan kain katun berwarna putih. Namun kini bahan topi dan kaos kaki biasanya terbuat dari benang siyet, sedang untuk baju dan celana selain mempergunakan kain katun berwarna putih, juga banyak yang mempurgunakan kain-kain halus yang lebih bagus.

Untuk perlengkapan yang berupa gedhung ini dianggap mempunyai peranan dan arti yang sangat penting bagi pertumbuhan fisik bayi maka pemakaiannya dilakukan turun temurun sampai saat sekarang. Sedangkan pemakaian katun (kain) berwarna putih sebagai pakaian bayi, mempunyai maksud agar bayi kelihatan bersih dan selain itu jika pakaian tersebut kotor cepat diketahui.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Pakaian Adat Tradisional Daerah Jawa Timur, Departemen Penidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1987, hlm. 25-27

 

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Bangkalan, Sejarah, Seni Budaya, Th. 1987 dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s