Kenthongan Alat Komunikasi Tradisional di Jawa Timur


kenthongan WhoDi samping alat komunikasi modern masyarakat desa di Jawa Timur, masih ada yang menggunakan alat komunikasi tradisional yaitu berupa kenthongan, Ditinjau dari bahannya kenthongan ini ada 2 (dua) macam yaitu kenthongan kayu dan kenthongan banbu, Kenthongan kayu pada umumnya berukuran lebih besar dibanding dengan kenthongan bambu. Kenthongan kayu yang berukuran besar biasanya dimiliki oleh Kepala desa dan Kepala dukuh/Kami tuwo, sedang para penduduk pada umumnya memiliki kenthongan kecil, yang terbuat dari bambu ori (Jawa Pring ori),

Kenthongan tersebut di kalangan masyarakat desa di Jawa pada umumnya dan masyarakat desa di Jawa Timur pada khususnya sangat banyak manfaatnya, Fungsi utama dari kenthongan bagi penduduk dipergunakan untuk memberi tanda bilamana di rumahnya terjadi bahaya, misalnya kebakaran, penganiayaan, kematian, pencurian dan lain sebagainya, Kenthongan yang berada di rumah Kepala Desa dan Kepala Dukuh di samping berfungsi untuk memberi tanda terjadinya bahaya yang dialami keluarganya, juga berfungsi untuk memanggil pamong lain atau untuk mengumpulkan masyarakat, untuk memberikan petunjuk suatu peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat apa yang dimaksud Kepala Desa atau Kepala Dukuh memukul kenthongan, maka ada kode-kode tertentu yang telah dimengerti oleh seluruh masyarakat desa, Dengan kode-kode itu secara cepat masyarakat desa mengetahui maksud dipukulnya kenthongan tersebut, Kode memukul kenthongan masyarakat desa di Jawa Timur ada 2 (dua) macam, yaitu sebagai tanda bahaya dan sebagai tanda bi­lamana Kepala desa memanggil pamong lain, Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dapat dilihat kode-kode kenthongan tersebut ada 2 (dua) macam, yaitu kenthongan kayu dan kenthongan bambu.

kenthonganKenthongan kayu pada umumnya berukuran lebih besar dibandin dengan kenthongan bambu. Kenthongan kayu yang berukuran besar biasanya dimiliki oleh Kepala desa dan Kepala dukuh/Kamituwo, sedang para penduduk pada umumnya memiliki kenthongan kecil, yang terbuat dari bambu ori (Jawa Pring ori). Kenthongan tersebut di kalangan masyarakat desa di Jawa pada umumnya dan masyarakat desa di Jawa Timur pada khususnya sangat banyak manfaatnya. Fungsi utama dari kenthongan bagi penduduk dipergunakan untuk memberi tanda bilamana di rumahnya terjadi bahaya, misalnya kebakaran, penganiayaan, kematian, pencurian dan lain sebagainya. Kenthongan yang berada di rumah Kepala Desa dan Kepala Dukuh di samping berfungsi untuk memberi tanda terjadinya bahaya yang dialami keluarganya, juga berfungsi untuk memanggil pamong lain atau untuk mengumpulkan masyarakat.

Juga untuk memberikan petunjuk suatu peristiwa yang terjadi di dalam masyarakat apa yang dimaksud Kepala Desa atau Kepala Dukuh memukul kenthongan, maka ada kode-kode tertentu yang telah di­mengerti oleh seluruh masyarakat desa. Dengan kode-kode itu secara cepat masyarakat desa mengetahui maksud dipukulnya kenthongan tersebut. Kode memukul kenthongan di Jawa Timur ada 2 (dua) macam, yaitu sebagai tanda bahaya dan sebagai tanda bi­lamana Kepala desa memanggil pamong lain, Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dapat dilihat sebagian contoh kode-kode dan arti pemukulan kenthongan tersebut:

Limo-limo terus           (lima pukulan terus menerus): ooooo ooooo ooooo ooooo  = rojo rati (pembunuhan).

Papat – papat terus      (empat pukulan terus menerus): oooo oooo oooo oooo             = rojo tatu (penganiayaan).

Pitu ping telu titir (tujuh kali pukulan X 3 dilanjutkan pukulan beruntun): ooooooo ooooooo ooooooo  00000000000000 = kampak (perampokan).

Pitu ping telu titir lan papat (tujuh kali pukulan X 3 dilanjutkan pukulan beruntun dilanjutkan empat kali pukulan): ooooooo ooooooo ooooooo ooooooooooO oooo = kampak/rojo tatu (perampokan & menganiaya).

Enem ping telu titir (enam kali pukulan X 3 dilanjutkan pukulan beruntun): oooooo oooooo oooooo ooooooooooO = maling mlayu (pencuri lari).

Loro ping telu korok- korok {dua kali pukulan X 3 dilanjutkan korok- korok (menggeser pemukul pada lobang kentongan)}: oo oo oo korok- korok = ternak hilang.

Telu ping telu korok- korok {tiga kali pukulan X 3 dilanjutkan korok- korok (menggeser pemukul pada lobang kentongan)}: ooo ooo ooo korok- korok = pencuri ternak.

Titir (pukulan beruntun): ooooooooooO = kebakaran, banjir.

Selain sebagai tanda bahaya kenthongan juga sebagai Kode untuk memanggil Pamong desa, kode untuk memanggil pamong desa satu dan memanggil pamong desa yang lain dibedakan dengan sebagin contoh kode-kode pukulan  sebagai berikut:

Uluk – uluk ping siji    : OoooooOO = Kepala desa memanggil Kamituwo 1.

Uluk – uluk ping loro   : OoooooOO  OoooooOO = Kepala desa memanggil kamituwo 2.

Uluk – uluk ping telu   :  OoooooOO OoooooOO OoooooOO = Kepala desa memanggil kamituwo 3.

Uluk – uluk ping papat: OoooooOO OoooooOO OoooooOO OoooooOO = Kepala desa memanggil kamituwo 4.

Uluk – uluk ping lino : OoooooOO OoooooOO OoooooOO OoooooOO OoooooOO = Kepala desa memanggil kamituwo 5.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil  Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Sistim Kepemimpinan Dalam Masyarakat Pedesaan Daerah JawaTimur; Proyek Inventarisasi Dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan 1983/1984, hlm. 17-19

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Seni Budaya, Th. 1984 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s