Sentra Ikan Bulak, Surabaya


Walikota Tri  Rismaharini Resmikan Sentra Ikan Bulak 

WARGA Surabaya kini memiliki alternatif baru jika ingin berbelanja aneka produk olahan laut. Itu seiring diresmikannya Sentra Ikan Bulak (SIB) oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Kamis (27/12) lalu. Berlokasi di Jl. Bulak Cumpat No. 1, SIB nampak mencolok dibandingkan bangunan di sekitarnya. Desainnya yang sarat lekukan bak layar sebuah kapal, serta dominasi warna putih pada bagian atas membuat tampilan fisik SIB mampu menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Surabaya Samsul Arifin mengatakan, SIB adalah pusat pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Tujuan utamanya yakni untuk memberikan tempat usaha bagi UKM bidang perikanan dan kelautan yang layak sehat dan modern. Di samping itu juga untuk mempromosikan dan memperkenalkan berbagai produk hasil perikanan agar semakin diminati oleh masyarakat.

Pembangunan SIB dimulai sejak tahun 2009 dan selesai pada Desember 2012. Proyek sentra ikan yang berada di wilayah Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak ini menghabiskan dana APBD senilai Rp 20,9 miliar (Rp 20.960.320.666).

Lebih detail, Samsul menjelaskan SIB berdiri di atas lahan seluas 4.573 m2 dengan luas bangunan 5.428 m2, terdiri dari dua lantai. Di dalamnya terdapat 96 kios yang menjual kerupuk dan ikan kering, 40 kios ikan asap, 16 kios ikan segar, 20 kios kerajinan, dan 40 kios makanan dan minuman. “Jadi total semua ada 212 kios, semua nyaris terisi penuh,” katanya.

Lantai dasar dihuni oleh pedagang kerupuk, ikan kering, ikan asap, dan ikan segar. Sementara di lantai dua pengunjung dapat menikmati makanan khas pesisir seperti lontong kupang, sate kerang, es kelapa muda, dan lain sebagainya. Letak SIB yang berhadapan langsung dengan laut membuat pengunjung dapat menikmati hidangan sembari menyaksikan hamparan pemandangan laut yang indah.

Wali Kota Tri Rismaharini mengungkapkan, pihaknya berencana mengembangkan wilayah seputar Kenjeran dan Bulak. Nantinya akan dibangun jalan kembar yang menghubungkan Kenjeran hingga Jembatan Suramadu. Itu akan berdampak pada kemudahan akses menuju SIB.

“Namun, untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkot masih harus membebaskan lahan yang akan dilalui jalan baru itu,” jelasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut pembangunan SIB, wali kota yang akrab disapa Bu Risma ini berjanji bakal melibatkan pedagang pada sejumlah pelatihan. “Nanti mereka akan ditraining untuk peningkatan kualitas produk. Saya sudah koordinasi ke dinas terkait,” paparnya.

Selanjutnya, Risma menyerahkan keberlangsungan SIB kepada para pedagang. Menurutnya, laku tidaknya tempat ini bergantung pada komitmen pedagang dalam menjaga kualitas dan kebersihan sentra ikan tersebut. “Kebersihan dan kualitas rasa menjadi penentu keberhasilan SIB ini,” tutur Risma.

Kadistan berharap, SIB dapat menjadi wadah bagi nelayan untuk memasarkan produknya sehingga nantinya berimbas pada peningkatan kualitas hidup nelayan. “Yang terpenting adalah kesejahteraan nelayan, disamping Surabaya juga mempunyai ikon baru untuk wisata kuliner khusus produk-produk olahan laut,” pungkas Samsul. “aji

Kirana, EDISI 77, TAHUN Vlll, FEBRUARI 2013

 

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Sentra, Surabaya, Th. 2013 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s