Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kabupaten Pacitan


SBY-19 September 1949, Susilo Bambang Yudhoyono lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia. dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II. Yudhoyono yang dipanggil “Sus” oleh orangtuanya dan populer dengan panggilan “SBY” melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan.

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri.

SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan.

Tahun 1968 akhir, lulus SMA, masuk menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.

Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto.

Tahun 1973, ia lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek.

Tahun 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad.

Tahun 1976, mendapatkan Satya Lencana Seroja.

Tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1976-1977, kariernya berlanjut di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad. Tahun 1977-1978, Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad.

Tahun 1977, Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herrawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus). Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1978) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1980).

Tahun 1979-1980, ditugaskan pada Operasi Timor Timur.

Tahun 1979-1981, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad .

Tahun 1981-1982, Paban Muda Sops SUAD

Tahun 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, mendapat Honor Graduate IOAC, USA.

Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in  82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS,  , Jungle Warfare School 1983, Panama,

Tahun 1983-1985, meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri.

Tahun 1984, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman,

Tahun 1985, mendapat Satya Lencana Dwija Sista.

Tahun 1985, Kursus Komando Batalyon.

Tahun1988.  Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana.

Tahun 1986-1988, Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana.  ditugaskan kembali pada Operasi Timor Timur

Tahun 1988-1989, ia belajar di Sekolah Komando Angkatan Darat,

SBY-2Tahun 1989-1993, ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab (Dosen Terbaik Seskoad 1989).

Tahun 1989, Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI;

Tahun 1991, melanjutkan ke US Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat.

Tahun 1993-1994, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad

Tahun 1994-1995, Asops Kodam Jaya.

Tahun 1995an Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro.

Tahun 1995-1996, Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina

Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS

Tahun 1996, mendapat Satya Lencana Santi Dharma; Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF) (1996); Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES)(1996).

Tahun 1996, Kasdam Jaya (hanya lima bulan).

Tahun 1996-1997,  Lulusan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri AS, juga meniti karier di Kasdam Jaya dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda.

SBY-3Tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI dengan pangkat Letnan Jenderal.

9 Maret 1998, karena pengangkatannya sebagai menteri, ia tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998.  Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998.

Tahun 1998, mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Nararya; Bintang Yudha Dharma Nararya (1998); Wing Penerbang TNI-AU; (1998); Wing Kapal Selam TNI-AL, (1998)

Tahun 1998, Asospol Kassospol ABRI/wakil Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Umum MPR 1998) , Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI1998-1999).

Tahun 1999, mendapat Bintang Maha Putera Utama; Bintang Dharma (1999); Bintang Yudha Dharma Pratama (1999) serta Bintang Kartika Eka Paksi Pratama (1999).

26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

29 Oktober 1999, Karier militernya Yudhoyono terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi

25 September 2000, sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pada Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melalui amandemen UUD 1945.

1 April 2001, secara resmi ia pensiun dari kemiliteran

28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB Dengan keluarnya Maklumat Presiden, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

1 Juni 2001, belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara  Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

10 Agustus 2001, Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

9 September 2002,  berdirinya Partai Demokrat menguatkan namanya untuk mencapai karier politik puncak.

17 Oktober 2002,  ketika Partai Demokrat dideklarasikan namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Tahun 2003, sebagai Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik,

Tahun 2004, Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

20 Oktober 2004 , Jend. TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono GCB AC, dilantik  bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah dimenanginya dengan 60,9 persen suara pemilih dan terpilih sebagai presiden. Dia kemudian dicatat sebagai presiden terpilih pertama pilihan rakyat dan tampil sebagai presiden Indonesia keenam setelah Pemilu presiden dua tahap kemudian. MPR pada periode 1999–2004 mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945 UUD 1945 sehingga memungkinkan presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat.

SBY-411 Maret 2004, Menteri Koordinator Politik Dan Keamanan(Pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri) .Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat.

10 Mei 2004, Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.

Tahun 2004-2009, Presiden Republik Indonesia

3 Oktober 2004. Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono meraih gelar doktor (Ph.D.) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tahun 2005, mendapat Bintang Asia (Star of Asia), oleh BusinessWeek

Juni 2005, Presiden SBY memulai layanan pesan singkat (SMS) ke nomor telepon selulernya di 0811109949 namun esok harinya terjadi gangguan teknis karena banyaknya SMS yang masuk dan sekarang diganti cukup dengan SMS ke 9949 setelah itu SMS akan dipilih dan disampaikan ke presiden. Nomor 9949 adalah tanggal lahir beliau (9 September 1949).

28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba.[11] Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.

15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand). Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.

26 Oktober 2006, Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk UKP4R, sebuah lembaga kepresidenan yang saat ini diketuai oleh Kuntoro Mangkusubroto (Marsilam Simandjuntak pada saat pembentukan) pada. Lembaga ini pada awal pembentukannya mendapat tentangan dari Partai Golkar seiring dengan isu tidak dilibatkannya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembentukannya serta isu dibentuknya UKP4R untuk memangkas kewenangan Wakil Presiden, tetapi akhirnya diterima setelah SBY sendiri menjelaskannya dalam sebuah keterangan pers.

Tahun 2006, mendapat anugerah Doktor Honoris Causa, oleh Universitas Keio; mendapat Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama, oleh Sultan Brunei(2006). Dan juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.

Tahun 2008, mendapat anugerah Darjah Utama Seri Mahkota, oleh Yang DiPertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin

Tahun 2009, 100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, oleh TIME

Tahun 2009, Yudhoyono berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, Sebagai Presiden Indonesia ke-7, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. Sehingga, sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode kedua.

Tahun 2012,  mendapat anugerah Knight Grand Cross in the Order of the Bath, oleh Ratu Elizabeth II.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono

http://ikratama.blogspot.com/2012/08/biografi-presiden-susilo-bambang.html

=S1Wh0T0=

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Pacitan, Pejabat Negara, Sosok, Th. 2012 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s