Alim Markus alias Lim Wen, Surabaya


Alim MarkusRabu, 24 Oktober 1951, Alim Markus alias Lim Wen Kwang lahir di Surabaya, Jawa Timur, dari pasangan Ayah Alim Husin, Ibu Angkasa Rachmawati

Oktober 1965, Alim Husein mendirikan UD Logam Djawa yang menjadi cikal bakal Maspion. di Jalan Kapasan Gang II Nomor 2 Surabaya.

Meski tak menyelesaikan pendidikan SMP, namun bukan berarti Alim Markus melupakan urusan pendidikan,  Alim Markus pernah belajar manajemen dengan kursus di Pan Pacific Professional Management, Taiwan.

Tahun 1972,  PT. Logam Djawa di awali 8 orang pegawai dengan produksi 300 lusin lampu templok setiap harinya berkembang, bertambah dengan produksi lampu nelayan. Menjadi Maspion Grup dengan 53 anak perusahaan dan 30.000 karyawan, yang aktif menggeluti lima bidang bisnis.

Pertama produk konsumen yang sangat akrab dengan ibu rumahtangga, antara lain memproduksi panci teflon, termos plastik, kulkas, kompor gas, pompa air, kipas angin, dan lain-lain. Badan usaha yang terlibat di sini PT Maspion, PT Trisula Pack Indah, PT Royal Chemical, PT Maspion Flatware, dan PT Indofibre Mattres Indonesia.

Kedua konstruksi material dan industri yang melibatkan tujuh anak perusahaan, PT Maspion, PT Maspion Kencana, PT Indal Steel Pipe, PT Alumindo Light Metal Industry, PT Aneka Kabel Cipta Guna, PT Indal Aluminium Industry, dan PT Indalex.

Ketiga properti, membangun maupun mengelola aset properti seperti Maspion Mall, Wisma Maspion, Wisma Moneter, Pondok Maspion, CIMAC, PT Bintang Osowilangun, PT Maspion Industrial Estate, PT Alumindo Industrial Estate, dan PT Altap Prima Industrial Estate. Satu aset tersebut yang kini sangat dibanggakan Alim Markus adalah Kawasan Industri Maspion seluas 300 hektar, 100 hektar diantaranya untuk digunakan sendiri oleh Grup Maspion. Letaknya hanya 10 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Keempat, pendirian gedung perkantoran dan bisnis Plaza Maspion setinggi 18 lantai di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Kelima bisnis jasa keuangan dengan bendera usaha Bank Maspion, Maspion Securities, dan Maspion Money Changer.

Alim Husein mempercayakan usahanya ke tangan anak-anaknya, sebagai anak tertua Alim Markus ditunjuk sebagai presiden direktur dengan saudaranya yang bernama Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa sebagai direktur pengelola, sedangkan Alim Husin sebagai Chairman.

Di tahun ini pula Alim Markus memiliki mobil pertamanya yakni Holden. Markus juga memboyong keluarganya dari rumah petak ke kawasan yang lebih elit yakni di Embong Tanjung No. 5, yang dia tinggali sampai sekarang. Perusahaan pun dipindah ke daerah Gedangan, Sidoarjo.

Tahun 1980, Alim Markus menggantikan posisi ayahnya. Ini luar biasa, sebab Alim Markus saat itu baru berusia 30 tahun.

Tahun 2003, Alim Husin meninggal dunia.

Tahun 2010, Alim Markus & keluarga masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia  Versi Forbes menduduki peringkat ke 37 besar  kekayaan 140 juta USD, urutan pertama ditempati Aburizal Bakrie & keluarga besar kekayaan 5,4 miliar USD.

Sabtu, 12 Maret 2011, di Kampus Untag, Jalan Semolowaru 45, Surabaya, Jawa Timur. Mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) di bidang Ilmu Ekonomi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Surabaya, Jawa Timur sesuai dengan SK Rektor Untag Nomor 067/SK/ R/III/2011 tanggal 10 Maret 2011.

November 2011, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya membatalkan gelar Doktor Kehormatan Alim Markus, karena tidak berijazah SMP. Para Alumnus UNTAG dan Pihak Kampus UNTAG sendiri,  menilai pemberian gelar tersebut tidak sesuai dengan keputusan menteri pendidikan nasional No 178/U/2001 tentang gelar pasal 15 ayat 1 angka 1 yang mengatur doktor honoris causa bisa diberikan kepada seseorang yang minimal berpendidikan S-1 (sarjana).

Beristrikan  Sriyanti dikaruniai  tujuh orang  anak, 2 putra dan 5 putri yang pernah menjadi anggota Dewan Ekonomi Presiden ini juga Ketua Kadinda Surabaya.  Pernah menjadi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim.

12 Maret 2011 meluncurkan buku yang terdiri dari lima bab berjudul “100 Jurus Bisnis, Alim Markus Seorang Anak Bangsa”. Dr. Ir. Jamhadi MBA dan wartawan senior, Dr. Tatang Istiawan melakukan bedah buku di kampus Untag yang dihadiri 400 undangan dengan para peserta mayoritas mahasiswa Pascasarjana Untag Surabaya.

Dalam mengelola Maspion, sampai kini, Alim Markus ditunjuk sebagai pimpinan dengan saham lebih besar dari adik-adiknya. Alim Markus sahamnya 25 persen. Sedangkan tiga adik laki-lakinya masing-masing 20 persen. Sisanya adik perempuan Alim Puspita, tidak mengelola di grup Maspion, sehingga hanya menjadi pemegang saham pasif dengan saham minoritas.

=S1Wh0T0=

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Pengusaha, Sosok, Surabaya, Th. 2012 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s