Tahu Pentol Cinta, Kabupaten Sumenep


Maski Meraup Untung dari Tahu Pentol Cinta

tahu pentol cinta001USAHA tidak akan sia-sia jika dijalani dengan landasan keyakinan dan kesabaran. Seperti halnya Maski (38), ibu dua anak yang kini duduk dibangku kelas satu dan kelas tiga SMA. Maski memiliki kegigihan dan keuletan dalam bekerja.

Sebelum menemukan bisnis yang dijalaninya sekarang ini, Maski awalnya berjualan makanan ringan seperti kucur, rujak, kerupuk nasi. Lambat laun, Maski memiliki ide untuk membuat pentol tahu. Ia merintis usaha pentol tahu selama tiga tahun. Kini, bisnis yang ditekuninya itu berkembang pesat dan membawa keuntungan besar bagi Maski dan keluarganya.

Keberhasilan Maski tidak hanya dirasakan sendiri, Maski memiliki rasa sosial terhadap lingkungan sekitarnya. Maski turut membantu masyarakat sekitar yang tidak memiliki usaha kerja dengan cara membangun keterampilan usaha kerja baru membuat pentol tahu.

Dari sinilah tercipta simbiosis mutualisme dengan masyarakat sekitar. Pentol tahu buatan Maski mendapatkan hati dimasyarakat kota Sumenep, Madura. Pelanggannya berdatang an dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga pegawai kantoran. Selain rasanya yang memikat lidah, juga karena tem patnya yang bernuansa santai.

Rahasia kelezatan pentol tahu ini dari cara pembuatannya yang sederhana. Maski menuturkan proses pembuatan pentol tahu menghabiskan 6-8 papan tahu bahkan sampai 150 papan perhari. Cara pembuatannya pun praktis sesuai dengan bahannya yang murah dan terjangkau. “Bahan-bahannya antara lain tahu sebagai bahan pokok, tepung terigu, tepung kanji, bawang dan masako sebagai penyedap rasa,” kata Maski.

Kini, Maski bisa menikmati keun tungan dengan nominal rupiah yang terus bertambah. “Dari bisnis kecil- kecilan ini penghasilan yang saya dapatkan perhari kurang lebih se puluh juta. Dengan jumlah karyawan sebanyak 31 orang, dan rata-rata or­ang sekitar sini,” ungkap Maski be berapa lalu.

tahu pentol cinta002Dari pendapatan perhari, Maski bisa memberi gaji pada setiap karyawan berkisar antara tiga puluh sampai lima puluh ribu rupiah perhari. “Bergantung pada cara kerja dan batas waktu yang tersedia dengan jam kerja pukul 05.00-12.00, setelah itu istirahat dan mulai bekerja kembali 19.00-23.00,” lanjut Maski.

Warung pentol cinta ini yang bertempat di Jalan Raya Gapura, Desa Poja, Kabupaten Sumenep kian hari kian banyak didatangi pelanggan. Menyinggung soal nama warung pentol miliknya, Maski menceritakan warungnya dinamai dengan nama pentol Maspuja.

Maspuja berasal dari penggalan nama pemilik warung “Mas” yang dipadukan dengan nama Desa Poja yang diplesetkan menjadi Puja. Akan tetapi, pentol “Maspuja” justru lebih dikenal dengan sebutan pentol cinta kerena rasa khasnya yang menjadikan orang yang mencicipinya jatuh cinta atau ketagihan untuk mencicipinya kembali. «mgg-Ina Herdiyana

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Kirana, EDISI 68, TAHUN VII MEI 2012, hlm. 44

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Sumenep, Th. 2012, Wisata Kuliner dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tahu Pentol Cinta, Kabupaten Sumenep

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s