Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo


9 Juli 1895, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, lahir di Magetan. anak kedua dari sepuluh bersaudara dari Raden Mas Wiryosumarto yang bertugas sebagai Ajun Jaksa di Magetan,dan Raden Ayu Kustiah.

Soerjo bersekolah di Tweede Inlandsche School (Sekolah ongko lara) di Magetan, kemudian pindah ke Hollandsch Inlandsche School (HIS). Setelah lulus dari HIS, ia pindah ke Madiun untuk mengikuti pendidikan di Opleidings School Voor Inlandsche Ambteraar (OSVIA). Di Madiun ia tinggal di rumah Bupati Madiun, kakak ibunya. yaitu Raden Ronggo Kusnodiningrat.

Tahun 1918, ia Lulus OSVIA ditugaskan di Ngawi sebagai Gediplomeerd Assistant nlandsch Bestuur Ambtenaar kantor Controleur Ngawi.

22 Agustus 1917,  Besluit Kepala Departemen Derusan Bestuur No. 1442/C11,  Sebelum tamat OSVIA, ia pernah ditugaskan sebagai pangreh praja dalam residensi Madiun,

27 Agustus 1917, berdasarkan Besluit Residen Madiun No. 7681/10 ia menjadi Candidat prijaji Pangreh Praja Indonesia dan ditempatkan sebagai Controleuir di Ngawi.

3 April 1919, berdasarkan Besluit Residen Madiun No. 4058/10, Setelah kelulusanya dari OSVIA ia sebagai Wedono Ngrambe (Ngawi).

27 Oesember 1919, berdasarkan Besluit No. 11847/10, sebagai Asisten Wedana Onderdistrik Karangredjo (Magetan).

Tahun 1920 ia dipindahkan ke Madiun sebagai Mantri Veld Politie hingga tahun 1922.

Tahun 1923 ia mendapat tugas belajar di Politie School (Sekolah Polisi) di Sukabumi selama dua tahun.

30 Maret 1925, berdasarkan besluit Residen Madiun No. 5064/10. ia pindah ke Onderdistrik Kota Madiun

Pada tahun 1926 ia pernah menduduki jabatan Asisten Wedana di Kota Madiun dan Ponorogo (Jetis) dan selanjutnya ia menjadi Wedana di Pacitan. Pada tahun yang sama ia menikah dengan Raden Ajoe Siti Moettopeni, yang lahir di Ponorogo tanggal 13 Mei 1898. Raden Ajoe Siti Moettopeni merupakan puteri dari Raden Adipati Aryo Hadiwinoto, Bupati Magetan. Buah pernikahan tersebut melahirkan seorang anak bernama Raden Adjeng Siti Soeprapti, lahir di Magetan, 12 Januari 1922.

21 Februari 1927, Berdasarkan besluit Residen Madiun No. 1524/10 tanggal, dipindahkan ke Onderdistrik Djetis distrik Ardjowinangun Kabupaten Ponorogo.

30 Juni 1927 Berdasarkan besluit Residen Madiun No. 4975/10 diangkat menjadi Asisten Wedono Klas I.

25 September 1928, Berdasarkan Besluit Goebernoer Djawa Timoer No. 1080/23a diangkat menjadi Wedono Distrik Kota Patjitan.

Tahun 1930 ,Soerjo, mengikuti pendidikan di Bestuuracademic di Batavia selama dua tahun.

1 Desember 1930,  berdasarkan Besluit Goebernoer Djawa Timoer No. 3171/23a, setelah menyelesaikan pendidikannya  ia ditugaskan di distrik Modjokasri (Modjokerto) sebagai Wedana di Mojokerto

11 September 1935,  diangkat menjadi Wedono Distrik Porong. Kabupaten Sidoarjo.

9 Agustus 1938,   diangkat menjadi Bupati di Magetan hingga tahun 1942.

Tahun 1943, beliau menjabat Su Cho Kan (Residen) Bojonegoro hingga kemerdekaan Republik Indonesia.

18 Agustus 1945, setelah Indonesia merdeka, Soerjo, diangkat sebagai Gubernur Propinsi Jawa Timur yang pertama.

5 September 1945, Ia dilantik sebagai Gubernur Propinsi Jawa Timur.

12 Oktober 1945, baru melaksanakan tugas sebagai Gubernur Jawa Timur.

31 Oktober 1945, menghadapi pasukan tentara sekutu di Surabaya. Setelah terbunuhnya Mallaby di Surabaya kemarahan Inggris semakin memuncak.

9 November 1945, tentara Inggris mengeluarkan ultimatum kepada segenap rakyat Surabaya agar menyerahkan senjata paling lambat tanggal 10 Nopember 1945 pukul 06.00 pagi. Apabila tuntutan ini tidak dipenuhi mereka akan menggempur Surabaya dari darat, laut, dan udara. Gubernur Soerjo menghadapi keadaan genting ini dengan kepala dingin. Ia mengadakan rapat dengan Tentara Keamanan Rakyat.

9 Nopember 1945 pukul 23.00, beliau berpidato melalui siaran radio dan membakar semangat rakyat untuk bangkit melawan pasukan Inggris. Pidato yang sama pun digelorakan oleh Bung Tomo yang mampu memicu semangat pemuda Surabaya untuk menahan gempuran Sekutu.

10 Nopember 1945, keesokan harinya meletus pertempuran dahsyat antara tentara Inggris dan para pejuang serta pemuda Indonesia di Surabaya yang kemudian dikenal dengan Pertempuran Surabaya.

Tahun 1945, serangan Inggris di Surabaya semakin gencar dan memaksa Suryo dan staf pemerintahan menyingkir ke Sepanjang.

Tahun 1947, kemudian pindah ke Mojokerto, Kediri, dan selanjutnya Malang .

21 Juli 1947, setelah aksi Militer Belanda I. Kedudukan Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang sebelumnya ada di Malang dipindahkan ke Blitar.

Tahun 1947 Soerjo digantikan oleh Dr. Moerdjani. Soerjo mendapat tugas baru sebagai Wakil Ketua DPA di Yogyakarta. la selanjutnya menjadi ketua DPA ketika ketua sebelumnya sakit.

10 Nopember 1948 setelah menghadiri peringatan hari Pahlawan di Yogyakarta, Soerjo pulang ke Madiun untuk menghadiri 40 hari wafatnya adiknya, Raden Mas Sarjuno yang menjadi korban keganasan Partai Komunis Indonesia. la bermalam di Solo dan menginap di rumah seorang Residen Solo, Pak Diro.

11 Nopember 1948, keesokan harinya beliau melanjutkan perjalanan. Di Desa Bago, Kedunggalar, Ngawi, dicegat dan kemudian dibunuh gerombolan komunis yang dipimpin oleh Maladi Yusuf. Pada saat yang sama lewat mobil yang ditumpangi M. Duryat dan Suroko. Soerjo dan lainnya di bawa ke Hutan Sonde dan dibunuh secara kejam. Jenazahnya ditemukan empat hari kemudian di Kali Klakah, Dukuh Ngandu, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Jenazah Soerjo kemudian dimakamkan di makam Sasono Mulyo, Sawahan, Kabupaten Magetan.

17 Nopember 1964, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 294, Pemerintah mengangkatnya sebagai pahlawan Pembela Kemerdekaan.

 Taman TAHURA

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Magetan, Sejarah, Th. 2012 dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s