Priyo Budi Santoso, Kabupaten Trenggalek


Priyo Budi Santoso30 Maret 1966, di sebuah kota kecil Trenggalek, Jawa Timur, lahir Priyo Budi Santoso. Dari pasangan ibun Hj. Suharyati, ayahan H. Soetadji serta isteri tercintanya Ir. Hj. Fenty Estiana dan keempat anaknya: Nadea Lazuardani Zahra, Andromeda Gereda Lazuardi,  Alma Mahira Lazuardani, dan Nadine Tsabita Lazuardani.

Tahun 1979, Priyo menempuh pendidikan Sekolah Dasarnya di SDN I Karanganom Trenggalek.

Tahun 1982, setelah menyelesaikan Sekolah Dasarnya Priyo melanjutkan di SMP Negeri I Trenggalek.

Tahun 1985, setelaha tamat SMP melanjutkan ke SMA Negeri 1 Trenggalek.

Tahun 1989-1990,  Ketua Sema Fisipol UGM Yogya; Ketua DPP Persatuan Mahasiswa Administrasi Indonesia.

Tahun 1992, Selepas SMA Negeri I Trenggalek, Priyo muda berlabuh di Kampus Biru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Ilmu Administrasi Negara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Di universitas terkemuka di Indonesia itu ia semakin mematangkan inetelektualitas, jiwa aktivisnya. makin makin terpupuk. Jabatan Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM disandangnya, di samping aktif di berbagai lembaga ekstra kampus, seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) cikal-bakal lahirnya KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia).

“Tumbangnya Sebuah Dinasti” menjadi salah satu tulisan heroiknya yang menggugat peran mahasiswa yang dinilai semakin nihil dalam pentas pergerakan dan perubahan sosial di tanah air saat itu. Mahasiswa, dalam pandangannya, adalah arsitek perubahan (agent of change), tidak sepatutnya hanya menjadi pengekor dan pembebek yang ter-ninabobo di menara gading, melupakan panggilan asasinya sebagai anak bangsa yang harus menyuarakan suara dan jeritan rakyat.

Karya bukunya yang lain berjudul “Birokrasi Pemerintah Orde Baru : Perspektif Kultural dan Struktural”, diterbitkan oleh Rajawali Pers dan telah beberapa kali naik cetak. Priyo telah menulis ratusan artikel, makalah, dan opini yang tersebar di berbagai media massa, buku ilmiah, seminar, kajian, dan diskusi.

Semasa mahasiswa, Priyo membekali dirinya dengan aktif di berbagai forum dan kelompok diskusi. Pada saat itu di berbagai kampus besar di Indonesia sedang menjamur lahirnya kelompok-kelompok diskusi seperti di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makasar, dan Padang.

Priyo Budi Santoso mempunyai Istri bernama Fenty Estiana SP, serta tiga orang anak: Nadea Lazuardani Zahra, Andromeda Gereda Lazuardi, Alma Mahira Lazuardani, Nadine Tsabita Lazuardani

Tawaran sebagai dosen di civitas akademikanya setelah rampung kuliah, adalah sebagian dari puncak pembuktian dirinya tentang keseriusannya di bidang keilmuan, bukan semata terobsesi pada karier politis. Walaupun, tawaran itu terpaksa ditanggalkannya dan lebih memilih meniti karirnya di kota metropolitan, Jakarta.

Setelah diwisuda sebagai sarjana, di kota metropolitan Jakarta, selain menjadi dosen di Universitas Nasional (Unas) dan researcher di Lembaga Studi Pembangunan (LSP), Priyo muda kemudian bergabung di CIDES (Center for Information and Development Studies). CIDES adalah sebuah lembaga think tank yang didirikan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) yang kala itu dipimpin oleh Prof. Dr. Ing. BJ Habibie.

Priyo kemudian bergabung dengan Partai Golkar dan dipercaya menjadi konseptor pidato Ketua Umum Harmoko.

Tahun 1993-1996, sebagai Ketua Departemen Publikasi CIDES

Tahun 1996-1997, sebagai  Dosen Fisip UNAS.

Tahun 1997-1999,  dalam usia yang sangat muda, 30 tahun.  Karena kepintarannya yang menonjol, Priyo mampu menerobos antrian Partai Golkar yang begitu panjang untuk menjadi anggota DPR-RI. Dia adalah anggota dewan termuda kedua pada saat itu.

Tahun 1999,  Priyo kembali terpilih sebagai anggota DPR RI Periode 1999-2004. Karir politik Priyo terus menunjukkan grafik menaik. Kepercayaan demi kepercayaan dari partai politik, organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga negara, dan organisasi olahraga terus diemban kepadanya.

Tahun 2006 – 2009, Priyo dipercaya oleh Partai Golkar sebagai Ketua Fraksi DPR RI,  Fraksi Terbesar di DPR RI pada periode tersebut,

Tahun 2004, terpilih kembali  menjadi Anggota DPR RI Periode 2004-2009

Tahun 2004 – 2006, menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI

Selain sibuk menjalankan tugas di DPR RI, Priyo juga harus membagi waktu, energi dan pikirannya untuk beberapa organisasi kemasyarakatan sebagai berikut:

Tahun 2005 – 2010, menjadi Ketua Umum DPP Ormas MKGR (Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong).

Tahun 2007 – 2012, Sebagai Ketua Dewan Pembina Forsis (Forum Silaturahmi Santri).

Tahun 2009-2014, adalah anggota sekaligus Wakil Ketua DPR mewakili Partai Golongan Karya dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo). Juga sebagai Sebagai Ketua DPP Partai Golkar.

Terpilihnya Priyo Budi Santoso sebagai wakil ketua DPR mewakili Partai Golkar adalah suatu evolusi positif yang menunjukan peran anak muda di Partai Golkar semakin signifikan. Priyo Budi Santoso terpilih menjadi wakil ketua DPR dari Partai Golkar setelah melalui pemilihan dalam rapat pleno dan menyisihkan empat kandidat, Yakni, Enggartiasto Lukita Agus Gumiwang Kartasasmita, Rully Chaerul Azwar dan Airlangga Hartarto.

Tahun 2010 – 2015, menjadi Ketua Umum PB Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia).  Presidium ICMI Pusat (Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia) periode 2010 – 2015. Ketua Dewan Pertimbangan Apkli (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) periode 2010 – 2015

Tahun 2010, Ketokohan Priyo di ranah politik semakin mendapat pengakuan dengan menyabet penghargaan diantaranya : Politisi Pria Terpopuler 2010 di Parlemen Senayan hasil polling Uvolution Indonesia dan Inilah.com; Tokoh Terpopuler 2010 kategori Lembaga Legislatif oleh Charta Politica .=S1Wh0T0=

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Sosok, Th. 2012, Trenggalek dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s