Emilia Contesa, Kabupaten Banyuwangi


23 September 1957, Emilia lahir di Banyuwangi Jawa Timur dari pasangan Hasan Ali dan Anna Susiani, Emilia suka menyanyi sejak kecil.

Tahun 1969, Jerih payah sang ibu agar Emil dapat tampil menyanyi di berbagai acara, membuahkan hasil  banyak kejuaraan  nyanyi yang diraihnya, dengan usia yang baru 11 tahun.

tahun 1970, saat itu masih menggunakan nama Emilia Hasan diajak oleh pencari bakat Lee Kuan Yew dari Philips Singapura yang mengajak Emil untuk rekaman di Singapura. Satu tahun di Singapura, Emil yang kala itu ditemani ibunya, kembali ke Indonesia. Emil kemudian diperkenalkan pertama kali lewat TV oleh Chris Pattikawa, yang memimpin acara hiburan di TVRI. Dengan nama baru Emilia Contessa, Emil pun langsung menanjak. Emil merupakan salah seorang dari sedikit penyanyi wanita negeri ini yang memiliki suara sopran yang sangat powerfull dan lantang. Emil juga memiliki performance atau stage-act yang sulit disaingi penyanyi mana pun pada masanya.

tahun 1972,  Emil juga pernah dinobatkan jadi Ratu Foto Model oleh Persatuan Wartawan Indonesia (dan memang cuma sekali itu saja pengangkatan Ratu Foto Model).

Tahun 1975. Emilia Contessa  dijuluki sebagai Singa Panggung Asia oleh majalah Asia Week

tahun 1976, Emilia menikah dengan Rio Tambunan, seorang pejabat Pemda DKI, dan dikaruniai 2 orang anak; penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu dan Enrico Wendri rizky yang akrab diapnggil Rico Tambunan. Pernikahan beda agama ini berakhir dengan perceraian. Emil kemudian menikah dengan Abdullah Surkaty dan dikaruniai seorang anak, Muhammad Surkaty. Nasib pernikahan keduanya sama seperti sebelumnya. Emilia kemudian menikah dengan pria keturunan arab seorang duda beranak dua, Ussama Muhammad Al Hadar. Dari pernikahan ini, Emil mendapat seorang anak laki-laki Kaisar Hadi Haggy Al-Hadar.

tahun 1970-an, adalah  Masa emas Emil. Lagu-lagu Emil yang menuai sukses antara lain “Angin November”, “Flamboyan”, “Biarlah Sendiri”, “Bunga Mawar, “Melati”, “Rindu”, “Bunga Anggrek”, “Penasaran”, “Kehancuran”, “Layu Sebelum Berkembang”, “Angin Malam”, “Mungkinkah”, dan banyak lagu-lagu ciptaan A. Riyanto lainnya. Sampai sekarang telah belasan album dihasilkannya termasuk album Islami Samudera Shalawat (2000). Tak hanya menyanyi, Emil juga menjajal dunia akting. Telah belasan film dibintanginya, antara lain Ratapan Anak Tiri, Tetesan Air Mata Ibu, dan Senja di Pantai Losari.

Tahun 1986, Emil berhasil meraih juara umum pop singer ketika Surabaya menyelenggarakan PON VII. Ajang ini pula yang membuka jalan Emil menjadi penyanyi profesional.

Tahun 2010, Emilia Contessa memasang dirinya sebagai Calon Bupati Banyuwangi periode 2010-2015, pada  Pilkada Kabupaten Banyuwangi.

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Banyuwangi, Kesenian, Sosok, Th. 2012 dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s