Pura Mandara Giri Semeru Agung


Konon, Pura Mandiri Giri Semeru Agung dikenal sebagai tempat sakral dan dituakan kerajaan – kerajaan Hindu Bali. Meskipun baru dibangun tahun 1986, keberadaanya menjadi perhatian umat Hindu dari berbagai tempat, khususnya penganut Hindu Bali. Makanya, tidak heran kalau tempat ini setiap tahunnya menyedot perhatian puluhan ribu orang yang datang untuk melakukan upacara – upacara keagamaan dan sekaligus melakukan kunjungan wisata ritual. Bangunan pura yang berada dilereng Gunung Semeru terlihat sangat artistik yang dilengkapi dengan kisi – kisi bangunan lainnya, seperti bale patok, bale gong, gedong simpen, bale kulkul, pendopo dan masih banyak yang lainya.

Ketika dibangun, Pura Mandara Giri bermula hanya berada diatas tanah pekarangan seluas 20 x 60 meter. Setelah 3 tahun kemudian, areal tanah berkembang menjadi dua hektar. Sehingga, bangunan pura yang semula nampak sederhana, kini, sudah berkembang megah. Menjaga senyawa bangunan, dan fungsinya, pura ini tak pernah sepi dari aktifitas keagamaan. Bermula dari upacara Pamlaspas Alit dan Mapulang Dasar Sarwa Sekar yang digelar pada Minggu manis, Wuku Menail, 8 Maret 1992, Pura ini mulai menjadi saksi digelarnya beberapa upacara suci.

Keadaan inilah yang menjadikan PuraMandagiri Semeru Agung, kini terus dipadati kegiatan keagamaan. Bahkan, pada hari – hari istimewa, pura ini bisa I mendatangkan pengunjung hingga 10 ribu lebih. Selain bertujuan untuk persembayangan, yang lainnya datang hanya untuk melihat prosesinya saja. Sangking melubernya pegunjung, mereka harus kesulitan mendapatkan penginapan. Rumah – rumah penduduk sekitar Pura, telah menyediakan jasa penginapan, selain hotel – hotel yang < ada di Lumajang, selalu penuh dengan tamu – tamunya. Teristimewa, puncak kunjungan wisata ini terjadi saat peringatan hari ulang tahun Pura yang 1 hampir satu bulan penuh, dipadati dengan berbagai kegiatan keagamaan.

Terkait dengan hari jadi Pura, tenti tidak terlepas dari sejarah pendiriannya.1 Masyarakat Hindu di Kecamatan Senduroj Lumajang, sejak tahun 1970 sudah ada gagasan untuk mendirikan Pura. Dengan modal semangat dan dukungan bersama, umat bersama para tokoh mempersiapkan semuanya. Terutama pada saat upacara Memendak Tirtha dan Mjejauman ke Gunung Semeru, digelar pada setiap tahun dalam bulan Juli yang selalu menampilkan tari-tarian daerah Bali. Yang pasti, Pura Mandagiri Semeru Agung, kini juga ditetapkan sebagai obyek Wisata Ritual (Keagamaan) yang dilakukan oleh Umat Hindu, terutama masyarakat Bali yang datang melakukan Berada di Kecamatan Senduro, letaknya sekitar 25 Km ke arah barat dari Kota Lumajang.

Untuk sampai ke lokasi Pura, dijangkau dengan mudah, karena akses jalannya sudah cukup baik. Bahkan, mampu mengakomodir rombongan puluhan Bus dari Bali yang datang untuk melakukan peribadatan. Hindu akhirnya berhasil mewujudkan gagasannya untuk mendirikan Pura ini, meskipun diawal hanya bangunan yang sederhana. Beberapa tokoh Hindu di Bali menyambut baik gagasan ini. Karena, umat Hindu Bali pernah mengadakan nuur tirta (pengambilan air suci) di Patirtaan Watu Kelosot, kaki Gunung Semeru, lalu dibawa ke Bali.

Prosesi ini menjadi bagian dari upacara agung karya „Ekadasa Rudra di Pura Agung Besakih, Bali, Maret 1963. Prosesi yang sama juga diulang pada tahun 1979. Eksistensi mata air suci Watu Kelosot pun makin kukuh. Sehingga, saat kebutuhan pura di Lumajang mulai berkembang i menjadi wacana, dukungan pun mulai i berdatangan. tu            Perjalanan yang panjang atas pendirian pura ini kemudian menjadi r0 alasan, mengapa hari jadi pura Mandara Giri Agung Semeru perlu dirayakan secara khusus. Mereka 1 yang terlibat dalam perayaan ini, juga rela menyiapkan waktu khusus untuk

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Kirana, Edisi 2011, Lumajang, 2011,07pesona lumajang16 *17 

 

 

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Lumajang, Th. 2011, Wisata Relegi dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Pura Mandara Giri Semeru Agung

  1. budiwin berkata:

    Jawa Timur selain kaya peninggalan yang bernuansa Majapahitan-Kejawen juga kaya akan nuasa Giri Kedaton-wali dan Keislaman….sehingga akan sangat seimbang bila nuansa ini juga di akomodasi sebagai kekayaan jawatimuran…..Giri Kedaton, Amnpel, Gresik-Tuban, lamongan, Ponorogo dengan Tegalsarinya…..semoga kita banyak belajar masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik…..

    • Untuk rekan budiwin terima kasih atas kunjungannya di PUSAKA JAWATIMURAN, Jawa timur memang pintu gerbang masuknya Agama Islam di JAWA sehingga info tentang keIslaman sangat banyak sekali mulai dari wisata religinya, pondok pesantren, tokoh Islam, sejarah Islam di Jatim dan masih banyak lagi, dibawah ini sedikit info tentang keIslaman semoga bermanfaat, lanjut cari yang lain masih banyak di dalam PUSAKA JAWATIMURAN

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s