Panjat tebing, Lembah Kera, Kabupaten Malang


Panjat tebing: Olah Raga Penuh Tantangan

Ada sebait lagu dari Iwan fals, terinspirasi dari olah raga yang penuh tantangan ini. Memang dalam memanjat tebing yang tinggi lagi terjal tak hanya dibutuhkan fisik yang kuat, tetapi Juga dlbutuhkan katabahan, endurance (katahanan), balance (keseimbangan) dalam pengaturan, baik tenaga, skilmaupun amosi.

BAGI KALANGAN PETUALANG yang senang dengan petualangan ekstrem di alam bebas, tentunya olah raga ini sudah tidak asing lagi. Apalagi olah raga ini sudah masuk dalam PON sebagai salah satu cabang olah raga yang di perlombakan.

Di Kabupaten Malang, tepatnya di sebuah tebing yang bernama Lembah Kera, Desa Dempok, Kecamatan Pagak, biasa digunakan oleh penggiat olah raga Panjat Thbing untuk menggembleng diri, balk teknik, fisik dan mental.

Tak jarang, para climber, sebutan untuk penggiat olah raga panjat tebing, menginap berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk melatih diri.

Pemanjatan

Dalam melatih kemampuannya mereka terlebih dahulu melakukan pemanasan pemanjatan yang msebut border. Border biasanya dilakukan pada hari pertama pemanjatan, dengan lama dari 1 jam sampai 5 jam sesuai kemampuan. Tujuan dan border ini adalah melatih endurace (daya tahan) dan meningkatkan teknik sebelum melakukan pemanjatan. Biasanya dalam melakukan border. Climber memanjat hanya sampai ketinggian 2 meter. tetapi dilakukan sepanjang lebar tebing.

Tebing Lembah Kera memiliki lebar kurang lebih 200 m dengan ketinggian 7O-an meter. Dalam pemanjatan. dikenal istilah leader (pemanjat pertama atau pembuka jalur) dan belayer (pemanjat yang bertugas mengamankan jalur pemanjatan leader).

Dalam panjat tebing. teknik yang digunakan ada bermacam-macam dengan strateqi pemanjatan yang berlainan. Teknik yang digunakan ada yang artificial ( dengan bantuan alat) atau top rope (tali terpasang dari puncak). Dalam teknik artificial pemanjat harus memasang pengaman mulia dari bawah sambil melakultan pemanjatan keatas. sedangkan top rope pengaman tali sudah terpasang lebih dahulu.

Selain itu terdapat juga teknik pemanjatan yang lebih ekstrem yaitu solo climbing: Dalam pemanjatan solo climbing di butuhkan skill yang sangat baik dan keberanian yang ekstra. Sebab dalam teknik ini pemanjat tidak menggunakan pengaman sama sekali Jadi risiko gambling (jatuh) dan cidera lebih besar. Bahkan bisa sampai meninggal

Olah raga mahal

Olah raga yang terkenal mahal ini dalam pengembangannya masih digiatkan oleh kalangan pencinta alam. sebab kendala yang dihadapi adalah mahalnya peralatan. Untuk satu rol tali dengan jenis carmantel dibutuhkan dana sebesar 1-1,5 juta rupiah. Belum lagi peralatan pendukung lainnya yang jika ditotal bisa mencapai 10 juta rupiah lebih untuk satu set peralatan.

Namun mahalnya peralatan tak menyurutkan gaung olah raga ini. bahkan di kalangan anak muda olah raga ini termasuk olahraga yang digemari dan memiliki nilai prestisius.

Saat ini sudah banyak atlet panjat tebing yang ditelorkan dari hasil gemblengan alam tebing Lembah Kera yang berbicara di tingkat intemasional. *dod

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: KANJURUHAN, MEDIA INFORMASI PEMERINTAH KABUPATEN MALANG, EDISI 04, Tahun I, September  2001. Hlm 10.

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Malang, Th. 2001, Wisata Olahraga dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s