Pendapa Agung, Trowulan


Pada tahun 1966 Kodam VIII/Brawijaya mem­bangun sebuah pendopo besar di Trowulan. Letak­nya dekat dengan tempat yang oleh penduduk dise­but Kubur Panggung . Untuk mencapai tempat itu orang dapat mengikuti jalan di sebelah barat Kolam Segaran menuju ke selatan dan sesudah beijalan kira-kira 600 meter, sampailah di sebuah perempatan. Dari situ hendaknya terus mengikuti jalan yang ke selatan menuju desa Sentonorejo. Kira-kira 150 meter maka di kanan jalan akan nampak bangunan candi bentar yang cukup besar, sebagai pintu gerbang ma­suk ke sebuah pendopo besar yang oleh pihak Kodam VIII/Brawijaya dinamakan Pendopo Agung. Di tem­pat ini dahulunya terdapat deretan umpak (alas tiang) dari batu yang besar berjajar dua-dua. bentuknya segi delapan dan di permukaan atasnya tidak terdapat lobang tempat pasak dari tiang yang disangganya. Sebagian dari umpak itu dipergunakan untuk penyangga tiang-tiang pendopo baru tersebut dan sebagian lagi dikumpulkan di sebelah kanan pendopo bercampur dengan benda-benda arkeologi lainnya.

 

Di belakang pendopo, masih di dalam halaman, akan dapat dilihat dua buah tiang batu, yang satu masih terpancang di dalam tanah, yang oleh pendu­duk dinamakan cencangan gajah, yaitu tiang utnuk mengikat gajah. Batu semacam ini terdapat juga di pekarangan penduduk di sebelah barat Kolam Segar­an dan yang lain lagi ada di Bejijong. Di belakang tembok komplek Pendopo Agung terdapat sebuah komplek makam. Di situ ada sebuah makam tertutup

cungkup dan letaknya lebih tinggi dari makam-ma­kam lainnya. Makam ini oleh penduduk dikenal dengan nama, Kubur Panggung. Dalam tulisan A.S. Wibowo diterangkan bahwa di tempat itu pernah diadakan penggalian purbakala dan berhasil menemukan pondasi tembok membujur dari utara ke selatan dan barat ke timur, sehingga membentuk ruang-ruang yang disekat-sekat. Dan Kubur Panggung itu terletak di atas perselangan salah satu pondasi tembok itu.

Sebuah dongeng rakyat tentang tempat ini yang sem­pat dicatat oleh J. Knebel tahun 1907 mengkisahkan sebagai berikut:

Ketika Majapahit diperintah oleh Kencanawungu, di­buatlah sebuah pesanggrahan untuk para tamu de­ngan memakai panggung.

Pada suatu saat putera Sultan Pajang yang bernama Pangeran Benowo lolos dari Pajang dan melarikan diri ke Majapahit dan ia berdiam di pesanggrahan ini. Setelah beberapa waktu lamanya Pangeran Benowo kemudian pergi dan di tempat itu dibuat petilasan yang diberi nama Kubur Panggung.

Pada akhir tahun 1973 pihak Kodam VIII mem­perluas Pendopo Agung dan pada waktu menggali tanah di depan Pendopo yang direncanakan untuk tempat parkir ditemukan beberapa sumur kuno dan beberapa pondasi tembok yang membujur arah utara ke selatan dan barat ke timur, yang nampaknya se­perti membentuk kamar-kamar. Sementara itu dalam penggalian itu ditemukan juga sejumlah benda- benda arkeologi antara lain berupa umpak-umpak ba­tu ukuran kecil, benda-benda dari keramik, porselin dan terakota, alat-alat dapur dari batu seperti pi­pisan d 11.

Diantara benda-benda temuan itu ada sebuah batu pu­tih kecil yang memuat tulisan angka tahun 1325 Caka. Benda-benda temuan tersebut sekarang disimpan di dalam bangunan yang terletak dalam komplek Pendo­po Agung di sebelah selatan Pendopo.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Tjokro Soedjono, Trowulan Bekas Ibukota Majapahit [Booklet]. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987/1988

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Mojokerto, Sejarah, Th. 1987, Wisata Sejarah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s