Kompleks Makam Tralaya


Kompleks Makam Tralaya terletak di desa Sentonorejo, kira-kira 2 Km. dari Makam Putri Cem­pa ke arah selatan mengikuti jalan menuju desa Pakis. Traiaya merupakan kompleks makam yang luas di­kelilingi tembok dan di dalamnya terdapat beberapa kelompok makam yang oleh A.S. Wibowo diuraikan sebagai berikut: Makam Sunan Ngudung yang batu nisannya bertuliskan huruf-huruf Arab.Makam Ibnu. Maulana Maghribi yang batu nisannya juga bertuliskan huruf Arab.

Kemudian sebuah cungkup yang dalamnya terdapat tiga buah makam. Sebuah dari makamnya ini batu nisannya bartuliskan huruf-huruf Arab, sebuah lagi bertuliskan huruf Jawa Kuno dan yang lain lagi po­los. Makam ini masing-masing adalah makam: Said Maulana Abdulkadir Jaelani, Said Ibrahim Asmara dan Said Maulana Iskak.

Kemudian agak di tengah-tengah terdapat kelompok makam yang berisi 9 buah makam yang amat panjang. Manurut dongeng makam-makam itu hanyalah pe­tilasan para wali yang datang bersama-sama tentara Demak menyerbu Majapahit, dan di tempat itu meng­islamkan Raja Brawijaya.

Kemudian ada kelompok dua makam yang letaknya ditinggikan dan menurut dongeng makam ini adalah makam Ratu Kencanawungu dan Dewi Anjasmara. Sekarang makam ini berada dalam cungkup dan cung­kupnya itu sendiri sudah sering mengalami perubahan demikian pula nisan dan makamnya. Kemudian agak jauh ke Barat akan kita jumpai kom­pleks makam yang dipagari tembok keliling dan di dalamnya didapat 7 buah makam. Kompleks makam inilah yang boleh dikatakan ma­sih asli. Empat diantara makam ini batu nisannya me­makai pahatan lukisan surya dan di bawahnya ditulis­kan angka tahun Jawa Kuno. Sedang di sebaliknya bertuliskan huruf-huruf Arab. Keempat angka tahun itu adalah tahun 1340 Caka, tahun 1377 Caka, tahun 1379 Caka, dan tahun 1387 Caka. Kompleks makam ini adalah makam dari pada para keluarga raja atau pejabat kerajaan Majapahit yang sudah memeluk agama Islam.

Dengan adanya makam-makam Islam sebagai tersebut di atas menunjukkan bahwa pada abad 15 agama Is­lam telah masuk di ibukota kerajaan Majapahit dan mendapat restu dari pemerintah.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Tjokro Soedjono, Trowulan Bekas Ibukota Majapahit [Booklet]. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987/1988

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Mojokerto, Sejarah, Th. 1987, Wisata Sejarah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s