Adipati Natapraja


Adipati Natapraja mempunyai seorang saudara sepeguruan yang sangat dipercaya dan amat setia kepadanya, yaitu Ki Ageng Sela. Mereka sama-sama murid Sunan Kalijaga.

Ki Ageng Sela itu sebenarnya putera dari R. Getas Pendawa dan cucu dari R. Lembupeteng yang kawin dengan dewi Nawangsih, yang kemudian juga disebut Ki Ageng Tarub. Ya, Ki Ageng Sela itu keturunan Tarub, keturunan R. Kidang-telangkas dengan dewi NaWangwulan. -Setelah dewasa Ki Ageng Sela kawin dengan puteri dari Sumedang, yang masih tergolong cucu Ratu Dwarawati, jadi ada darah Cempa. Ki Ageng Sela tak -mau tetap tinggal di Tarub, lalu pindah ke Sela. Itulah sebabnya ia disebut Ki Ageng Sela. Adipati Natapraja sangat kasih akan Ki Ageng Sela, ia diangkat menjadi penasehat pribadi, tak pernah pisah dengan sang adipati Natapraja.

Pada suatu hari adipati Natapraja mempunyai Kehendak meminta Prabu Brawijaya untuk masuk Islam dan mendirikan mesjid di Majapahit. Bersama-sama dengan Ki Ageng Sela, Patih Wana-Salam dan Iman Sumantri, seorang murid Sunan Kali yang lain, adipati Natapraja berangkat ke Majapahit dan menghadap Prabu Brawijaya. Setelah Adipati mengajukan permohonannya, prabu Brawijaya memperingatkan sang adipati akan kata-kata Baginda pada waktu mengangkat Raden Patah menjadi adipati, yaitu: rakyat boleh memeluk agama Islam dengan sukarela, tetapi Baginda sendiri akan tetap Budha.

Adipati Natapraja sangat malu dan kecewa hatinya. Ia bermaksud memaksa Prabu Brawijaya dan menundukkan Majapahit dengan kekerasan. Oleh karena itu ia menghadap Sunan Ngampel untuk mohon restu. Sunan Ngampel memberi nasehat sebagai berikut: “Janganlah tergesa-gesa anakku. Janji Tuhan ialah setahun lagi. Prabu Brawijaya itu seorang yang arif dan telah tahu apa yang akan terjadi. Bila telah datang waktunya Baginda akan “muksa”. Baginda tak mau Islam, karena Baginda sudah ditakdirkan untuk jadi raja Budha yang terakhir.

Sekarang sambil menunggu waktu, baiklah kamu pergi kepada para mukmin untuk minta persetujuan dan bantuan mereka dan mengunjungi para wali untuk mohon restu dan bantuan.” Adipati N atapraja sang at berterima kasih atas nasehat Sunan Ngampel itu, lalu pergi berkelana dengan ketiga pengikutnya itu. Didatanginya pesantren-pesantren untuk memperbincangkan penyerbuan ke Majapahit itu. Sudah barang tentu mendapat sambutan yang hangat dan persetujuall dari segala pihak.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: BABAD TANAH JAWI; Galuh Mataram, hlm. 123-124

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Legenda, Sejarah dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s