Patih Gajah Mada


Bersorak-soraklah para  hulu balang serta bala tentara Majapahit, ketika mendengar ucapan Sumpah Gajah Mada, patih mangkubumi yang baru itu  Dengan sangat terpaksa Gajah Mada menyingkirkan mereka yang menghambat cita-citanya, yaitu Ra Kembar dan Ra Banyak, hingga keduanya tewas karena meremehkan Sumpah Gajah Mada.

Setelah mendapat restu dari Shri Ratu Tribuwanatunggadewi, keluarlah Ki Patih Gajah Mada menuju alun-alun utara. Distulah telah siap hulubalang pilihan dengan prajuritnya menunggu perintah. Diperintahkan agar semua prajurit meningkatkan ketrampilan dalam berperang, serta memberitahukan hal itu kepada para pemuda baik dikota maupun pedesaan. Para pemuda yang setia pada raja dan negaranya akan dijadikan prajurit, dengan syarat mampu menyangga kelingking Gajah Mada di pundaknya.

Berbondong-bondong para pemuda yang ingin ikut ber partisipasi dalam mewujudkan Sumpah Gajah Mada. Dipimpin oleh para perwira, latihan keprajuritan dapat terwujud. Latihan keprajuritan itu berjalan mulus sehingga Majapahit dapat menghasilkan prajurit yang pilih tanding yang terhitung banyaknya.

Akhirnya Ki Gajah Mada mendapat perintah dari Shri Ratu, tetapi merasa belum terap bila belum memperoleh restu dari gurunya Sang Tana Baya. Setelah mendapat restu dari Sang Tana Baya, berangkatlah pasukan Majapahit mengawali usaha untuk mempersatukan Nusantara.

Keberangkatan laskar Majapahit yang meninggalkan Kerajaan, sambung-menyambung tidak ada putusnya, berhiaskan dengan bendera merah putih sebagai lambang serta panji-panji keprajuritan yang bersulamkan berbagai macam benang emas sutra. Ada yang berbentuk Gajah Meta, Singa Barong, Naga Ngransang dan sebagainya. Suara sangkakala dan deritnya kereta para pasukan yang membuat prajurit semakin bersemangat.

Sesampai di pantai, naik perahu dan menuju ke barat. Inilah langkah awal yang dilakukan Gajah Mada dalam usahanya mempersatukan Nusantara.

Palembang, Pahang dan Tumasik telah berhasil dipersatukan dengan Majapahit, dengan beberapa Negara kecil di daerah barat  tunduk pada Majapahit. Ada beberapa negara yang harus diperangi, tetapi banyak negara yang tunduk tanpa diperangi karena tertarik akan keagungan negara Majapahit.

Berita kemenangan majapahit dari tanah sebrang sangat menggembirakan hati Shri Ratu. Dan sampailah saatnya Shri Ratu Tribuawanatunggadewi turun tahta dan digantikan putranya Hayam Wuruk.

Prabu Hayam Wuruk yang masih muda lagi tampan berwibawa mempunyai cita-cita dan tujuan untuk segera mewujudkan keinginan menyatukan bumi nusantara.

Terbuktilah meskipun Gajah Mada berasal dari ke turunan sudra tetapi mempunyai cita-cita yang tinggi. Walaupun kecil-kecilnya melati, tetap berbahu harum dan mewangi.

Begitulah cerita yang tersusun dalam tembang.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  BANJARAN MAJAPAHIT, Dinas Pariwisata Daerah Propinsi Daerah Jawa Timur, Drs. BUDU UDJIANTO, dkk, Surabaya; 1993

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Kesenian, Legenda, Sejarah, Seni Budaya dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s