Batik Kenongo Sidoarjo


Sebuah Keteguhan Batik Tulis

Bagi kita yang sedikit pengetahuan tentang batik, akan sulit membedakan mana batik tulis dan yang batik hasil printing (cap). Namun tidak demi kian bagi penggemar batik, meski secara kasat mata sulit dibedakan dari corak dan warna, batik tulis mempunyai ciri-ciri tertentu yang tidak mungkin dimiliki oleh batik printing.

“Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Batik printing mempunyai kelebihan bisa dikerjakan massal dan tidak memerlukan waktu lama, tetapi juga mempunyai kelemahan yaitu warnanya cepat pudar. Sedangkan batik tulis tidak bisa dikerjakan massal tetapi memiliki ciri khas dan kualitasnya melebihi printing,” kata Tito pengusaha Batik Tulis Halus Kenongo Sidoarjo.

“Usaha batik ini dirintis oleh almarhum ayah saya sekitar tahun 70an,” kisahnya. “Sebagai generasi penerus saya mempunyai kewajiban untuk tetap teguh mempertahankan ciri khas dan corak Batik Kenongo meski untuk desainnya tetap mengikuti selera permintaan pasar” Tito melanjutkan.

Harga Batik Kenongo memang lebih mahal dibandingkan batik printing, namun Tito yakin harga bukan menjadi barang penting bagi orang-orang yang mengerti kualitas batik. Dan terbukti saat ini dia tidak pernah sepi permintaan, bahkan kewalahan melayani permintaan untuk seragam karyawan beberapa perusahaan dan instansi seperti Pabrik Rokok Sampoerna, PT. Coca Cola, Garuda dan beberapa instansi pemerintah.

Kami berusaha menjaga kualitas daripada kuantitas. Sehingga kualitas menjadi “brand image” Batik Kenongo selama ini. Konsumen bukan hanya dari Jawa Timur tetapi sudah merambah ke daerah lain di Indonesia.

Agar keaslian pakem Batik Kenongo tetap terjaga, desainnya dikerjakan oleh Tito sendiri bersama adiknya yang pernah mengenyam pendidikan desain grafis.

Tito mempunyai keing inan melestarikan batik sekaligus memberi lapangan kerja, dengan mendirikan Pusat Pelatihan Batik di Sidoarjo. Namun gayung ini belum sepenuhnya bersambut dari pemerintah terutama kesiapan sarana infrastrukturnya. –

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Indag, NO. 6, Juni 2007, hlm.
10.

 

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Kesenian, Seni Budaya, Sidoarjo, Th. 2007 dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Batik Kenongo Sidoarjo

  1. yolan berkata:

    ngaku” ya ??
    bukannya yg trknal itu batik sari kenongo milik ibu hartono ??
    tolong di balas.

    • Kami hanya memuat info yang sudah diterbitkan oleh media, dalam hal ini media Indag No.6 th. 2007 pada halaman 10, pada Profil UKM. Kalau ada info lain silakan dikirim ke kami, dijamin akan diterbitkan. karena kami berbasis Semua tentang Jawa Timur…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s