Jatim Park 2 (2)


Batu Secret Zoo, Menyaksikan Satwa Dunia di Habitat Tiruannya

Kota Batu dengan udara yang sejuk semakln mengukuhkan keberadaannya sebagai Kota Wisata yang tersohor di Indonesia. Makin hari wahana wisata yang ada di kota makin bertambah dan makin lengkap. Setelah ada Jatim Park, dan akhir tahun 2008 muncul BNS (Batu Night Spectacular), sekarang muncul objek wisata baru Jatim Park 2 yang dimulai dengan pembukaan Museum Satwa sejak awal 2010. Seperti halnya Jatim Park (I), konsep Jawa Timur Park 2 sarat dengan pengetahuan yang dapat dikunjungi ketika Anda berada di kota Batu. Jawa Timur Park 2 ini berada dekat dengan Batu Night Spectaculer (BNS), selain menikrnati pernandangan alarn bernpa pegunungan dengan suasana yang rnenyegarkan.

Kebanyakan orang mengira Jatim Park 2 berada di kota Lamongan. Di kota Lamongan bukanlah Jatim Park 2, melainkan WBL (Wisata Bahari Lamongan). Jatim Park 2 berada di kota Batu, berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 14 Hektar, Jatim Park 2 meliputi Museum Satwa, Secret Zoo (kebun Binatang), Tree Inn (Hotel Pohon). Semua kental dengan nuansa satwa dan alam, meski sebagian besar buatan. Ketika sampai di tempat tujuan, terlihat bangunan gedung yang cukup menonjol, yang secara sclintas seperti bangunan kuno di Roma dengan pilar besar dan kokoh. Itulah bangunan Museum Satwa. Tempat parkir yang disediakan juga sangat luas. Pengunjung atau pengemudi tidak akan lupa di mana dia memarkir kendaraannya, jika sebelum meninggalkan kendaraan dilihat dulu “alamat” tempat parkir. Setiap lokasi parkir diberi tanda (alamat) khusus. Sayangnya kurang pohon peneduh yang ada pun tidak cukup besar.

Kita bisa memilih ke museum dulu, atau ke Secret Zoo dulu. Tiket yang dijual bisa Anda pilih, terusan atau museum saja atau Secret Zoo saja. Untuk menikmati sajian secara terusan (untuk Museum Satwa dan Secret Zoo) kita harus merogoh kocek, Rp 50.000/orang pada akhir pekan, dan Rp 40.000/0rang pada hari-hari biasa. Memang terasa mahal; tapi kita akan menikmati pengalaman yang belum pernah kita alami di mana saja, paling tidak di Indonesia. Kita coba memilih masuk ke museum dulu. Kesan pertama, gedung museum ini sangat megah dan mewah. Tampak luar museum ini mengingatkan kita pada bangunan Yunani Kuno, seperti Parthenon di Athena. Ini sebuah upaya parodik dengan meminjam image klasik Barat. Bisa banyak tafsir atas hal ini, bisa sebagai jejak bahwa asal museum memang dari Barat, bisa juga sebagai sind iran bahwa kita belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang arsitektur Barat.

Di depannya ada patung gajah besar-saya kira lebih besar dari aslinya. Kemudian menaiki trap dan menapaki lantai marmer. Museum ini merupakan wahana edukasi, di mana pengunjung dapat melihat diorama-diorama hewan dari berbagai belahan dunia. Di beranda depan anda akan disambut dengan sebuah sangkar burung super besar. Di dalam sangkar raksasa ini terdapat ornamen tambahan seperti taman bunga dan patung burung. Tepat banget buat obyek foto. Dari sini awal petualangan kita menyusuri lorong-lorong yang hanya diterangi lampu temaram yang berpendar dari diorama-diorama sepanjang jalur. Setiap selesai menikmati diorama di satu ruang, ada petunjuk arah ke mana anda harus melangkah selanjutnya.

Terdapat lebih dari 80 diorama yang menyajikan satwa diawetkan dari beberapa penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Di setiap ruang anda akan menemukan diorama binatang yang dibentuk tiga dimensi sehingga seperti alam asli binatang yang ada di Negara asalnya. Apapun binatangnya, diorama tiga dimensi menyajikan pemandangan alam seperti di habitat aslinya. Ketika kita menyaksikan beruang kutub misalnya, pemandangan latar belakang diorama itu persis alam aslinya yang bersalju. Binatang yang disajikan berasal dari berbagai belahan dunia yang tidak kita saksikan sehari-hari di negeri sendiri. Salah satu ruang disebut insektarium yang berisi 5.000 jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, dan tentu saja serangga dari hutan Indonesia. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai jenis kupu-kupu yang diawetkan, juga binatang yang kita kenal sebagai hama kelapa, garengpung.

Di bagian lain, pengunjung juga diberikan kesempatan menikmati fish diorama berupa diorama kehidupan bawah air. Di ruang ini disajikan baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut di beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Semua disajikan seperti benar-benar di habitat aslinya. Dalam museum juga terdapat replika fosil dinosaurus yang terbuat dari bahan fiberglass. Ruang ini sangat menarik, karena lighting diperoleh dari langit-langit yang dilukis sangat serupa langit di alam bebas Jengkap dengan gumpalan awan. Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang sa twa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para guide yang profesional siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Di tengah perjalanan tersedia satu “warung” untuk beristirahat. Warung ini dibangun seperti warung di pedesaan, terbuat dari bambu beratap ilalang dengan penerangan temaram-kecuali kasirnya yang menggunakan mesin kas modern dan mesin pendingin. Kita harus menyusuri setiap lorong, tidak ada jalan untuk kembali, hanya ada satu pintu keluar. Namun udara sejuk di dalam museum yang dilengkapi mesin penyejuk udara, belum terasa capeknya. Mungkin juga karena belum terlahi jauh kita berjalan. Mereka yang memberi tiket terusan, bisa langsung masuk ke Secret Zoo tanpa bayar lagi. Lokasi Secret Zoo tepat bersebelahan dengan Museum Satwa hanya dipisahkan oleh hotel Pohon Inn. Secret Zoo terasa sangat  luas, terutama bagi pengunjung usia lanjut, atau yang tidak biasa olahraga jalan-jalan. Begitu kita masuk ke Museum, atau ke Jatim Park 2, hanya ada satu pintu keluar setelah pengunjung melewati seJuruh bagian yang disajikan. Tapi jangan khawatir, di tengah perjalanan Anda bisa menyewa kereta bermotor untuk berkeliling selama seharian dengan tarip Rp 150.000.

Entah mengapa dinamai Secret Zoo atau terjemahan kasamya kebun binatang rahasia. Berbeda dengan museum, bintang yang ditampilkan di Secret Zoo semua binatang hidup. Kebun binatang modem yang sangat berbeda dengan kebun binatang biasa. Arsitektur kebun binatang ini berskala intemasional, yang hampir  seluruh bagiannya mengikuti kontur alam aslinya. Sebagian koleksi satwa yang disajikan tidak banyak kita temukan di kebun binatang lain di Indonesia. Memang tidak semuanya binatang langka, ada juga burung parkit atau ular. Memberi makan burung parkit ini rasanya seru banget. Kita akan dikerubuti oleh puluhan burung parkit yang berebut makanan. Ah nggak usah banyak omong dah, anda bisa saksikan sendiri serunya memberi akan burung parkit yang jinak-jinak. Seperti di museum, pengunjung akan diarahkan harus menuju ke mana setelah selesai dengan satu sesi. Dijamin tidak ada bagian yang ketinggalan atau tidak dilewati. Ini kelebihannya atau juga dirasakan sebagai kekurangan oleh sebagian pengunjung. Tidak ada jalan pintas bagi mereka yang kelelahan.

Jatim Park 2 kota Batu berada di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu. Lokasi ini bisa ditempuh dari alun-alun kota, atau sebelum memasuki alun-alun kota, ada pertigaan yang diberi tanda menuju ke lokasi. Jalan mulus, meski agak sempit seperti jalan-jalan di pegunungan layaknya. Ikuti petunjuk yang disediakan di setiap belokan, Anda akan sampai di lokasi. Jatim Park 2 buka mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Di tengah antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo ada bangunan seperti pohon besar. Memang bukan pohon beneran. Pohon ini terbuat dari semen. Di balik akar pohon yang besar, kita temukan serambi hotel yang diberi nama Pohon inn. Tapi jangan salah duga, kita tidak harus tidur di atas pohon. Pohon Inn saran seperti hotel-hotel lainnya dengan fasilitas modem dan tarip “modern” juga, hanya bagian depannya saja dibuat seperti pohon.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume III, No. 28, April 2011,

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Batu, Wisata, Wisata Khas dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jatim Park 2 (2)

  1. reno berkata:

    adu gak duwe duwet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s