Batik Tanjung Bumi, Bangkalan Madura


Dengan Membatik
Kaum lbu Tanjung Bumi Harumkan Desanya
oleh : Taufiqurrahman
 Penulis Staf Publiksasi Sekretariat DPRD Prop. Jatim

 
Isteri siapa yang tidak rindu bila suami tinggalkan rumah berlama-lama, meratap, menangis dan melamun menjadi santapan sehari-hari. Bila kita tidak tahan badan bisa kurus, bahkan bisajatuh sakit. Apalagi sang suami meninggalkan rumah untuk mencari natkah dengan suatu pekerjaan yang beresiko pada keselamatanjiwanya, seperti menjadi seorang pelaut.

Keadaan seperti itu dialami sebagian besar wanita Tanjung Bumi, wilayah Kecamatan pantai, 45 km arah utara kota Bangkalan Madura. Memang hampir semua laki-laki Tanjung Bumi mengabdikan pada pekerjaan yang berurusan dengan laut. Baik sebagai Pedagang antar pulau ataupun sebagai nelayan. Berhari-hari berminggu-minggu bahkan ada yang sampai berbulan-bulan mereka meninggalkan anak istri, bergelut dengan ombak di tengah 1autan 1epas untuk mencari natkah. Dan sepanjang waktu itu pula perempuan desa Tanjung Bumi menahan rasa rindu. Untuk melawan rasa kesepiannya itu sambil berharap-harap rasa cemas atas kese1amatan sang suami.

Namun demikian keadaan itu justru mengantarkan nama Tanjung Bumi melejit, harum menembus batas jauh hingga manca negara. Apa sebab ? Untuk menepis rasa rindu yang menggelayut di hatinya selama di tinggal sang suami melaut itu dirinya mengisi hari-harinya dengan kegiatan membatik. ia tumpahkan rasa rindunya pada selembar kain dengan cara menuangkan dalam bentuk gambar ataupun motifmotif burung, daun dan berbagai kehidupan a1am yang ada di sekitar laut mendominasi motif-motif berikutnya Desa Industri.

Kepala Disperindag & PM kabupaten Bangka1an Drs. Muharto mengatakan bahwa di Tanjung Bumi terdapat 658 unit usaha yang tersebar di 3 desa sentra keraj inan batik yaitu, Ds. Te1aga Biru, Ds. Paseseh dan Ds. Tanjung Bumi dengan 1121 orang pengraj in. Jurnlah itu be1um termasuk pengrajin di desa pengembang yang ada di sekitamya seperti desa Bumi Anyar, Tambak Pocok dan Bandang Dajah.

Untuk meningkatkan kualitas produk, Muharto mengungkapkan pihaknya secara rutin melakukan pembinaan baik teknis desain, pewarnaan, pemasaran RIPIK} Ia mengatakan secara bertahap, Tanjung Bumi diarahkan menjadi desa Industri. Untuk mencapai status itu harus melalui beberapa tahapan yaitu tahapan kelompok bersama (KUB) dengan sentrasentra kerajinan, des a kerajinan. Kerajinan mandiri, tangguh, desa pra Industri dan baru masuk tahapan desa Industri yang syarat kuantitasnya adalah 46% hingga 55% penduduknya harus terlibat langsung dalam proses Industri. Seiring dengan itu tahapan pembinaanya meliputi pemberian motivasi, peningkatan teknologi ketrampilan dan pengelolaan management strata dasar.

Muharto menambahkan bahwa Batik Tanjung Bumi kini telah menjadi komoditi perdagangan antar pulau. Bahkan sebagian telah dieksport sekalipun belum terorganisir. Artinya eksport batik Tanjung Bumi bersifat Insidental dalam partai kecil melalui usaha perorangan, bukan melalui eksportir profesional. Untuk merintis ke arah itu, Muharto mengatakan telah dilakukan berbagai upaya seperti mengikut sertakan pengrajin dalam temu usaha yang di1akukan rutin setiap tahun di Surabaya. Sementara untuk menembus  pasar yang lebih luas cara yang ditempuh adalah melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan pameran ataupun esposisi baik tingkat lokal, regional, nasiona1 maupun intemasional. ” Batik Tanjung Bumi tak pemah absen da1am setiap pelaksanaan PRJ disamping itu pula mengisi show room di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, itu semua adalah bagian dari promosi untuk meluaskan pasar,” katanya.

Cukup Mahal

Lebih jauh Muharto menjelaskan bahwa harga Batik Tanjung Bumi cukup bervariasi antara Rp. 200.000,- hingga Rp. 1.5 juta tergantung kualitas. Ukuran kua1itas bukan hanya dari bahannya, namunjuga pewamaannya, motif ataupun desainnya. B iasanya batik yang kua1itasnya bagus digarap secara lebih hati-hati, perlahan-lahan dengan menggunakan motiflebih rumit sehingga menyita waktu lebih lama. “Untuk menyelesaikan selembar kain batik tulis tradisional motif gentongan dengan bahan pewarna alarni penggarapannya bisa berbulan-bulan, makanya harganya cukup mahal bahkan bisa mencapai jutaan rupiah”. Ujar Muharto

Menurutnya seorang pengrajin yang produktif dalam setahunnya bisa menghasilkan lebih dari 1000 lembar batik berbagaijenis seperti kain panjang, kain baju, selendang, seprei, taplak meja, dasi dan berbagai macam hiasan dinding. Dalam membatik, pengrajin selalu disiplin memasukkan nilai-nilai tradisional warisan para pendahu1unya. Sekalipun kini pengembangan desain sangat variatifmengikuti perkembangan mode dan se1era masyarakat pemesan.

 

Upakarti

Ada 12 macam motif batik yang dikembangkan pengrajin batik Tanjung Bumi diantaranya Sibasi, Pa1opa, Gentongan, sekarjagat dan sebagainya disamping itu juga ada motif-motif pengembangan seperti Gong 2000, Milenium dan kembang api hampir semua pengrajin menguasai motif yang ada.

Produksi batik Tanjung Bumi maju pesat dalam 10 tahun terakhir baik kualitas maupun kuantitasnya. Beberapa prestasi dan penghargaan sebagai bentuk pengakuan keberhasilan telah banyak diterima. Diantaranya adalah hadiah Upakarti dari Presiden RI tahun 1992 bidang kepeloporan dan pengabdian yang masing-masing diterima oleh Ny. Bustami pe1opor penge101a batik khusus batik Tanjung Bumi di Jakarta. Sementara bidang pengabdian diterima Rusli asal desa Tanjung Bumi .

Mimbar Jatim, Januari-Februari 2003, hlm. 24

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Bangkalan, Kesenian, Seni Budaya, Sentra dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Batik Tanjung Bumi, Bangkalan Madura

  1. Pulau tidung berkata:

    indonesia memang memepunyai budidaya, dan suberdaya lam yang semoga saja batik madura tidak dimabil karyanya oleh negara lain

    • terimakasih komennya di PUSAKA JAWATIMURAN, ya…. itulah harapan kita sumua, secuil apapun tentang negeri kita, haris kita lestarikan. Kalau tidak kita siapa lagi. PUSAKA JAWATIMURAN adalah sisi kecil dalam upaya pelestarian karya bangsa.

  2. Pulau Tidung berkata:

    mari kita jaga tradisi batik kita, jgn sampai di klaim negara Malingsia lg…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s