Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, Turen Kabupaten Malang


Kedamaian di Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah

Sesuai dengan tujuan pembangunan Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah adalah menciptakan ketenangan dan ke khusu’an. Selain sebagai media untuk pembersih penyakit hati seperti iri, dengki, takabur dan riya’, juga agar kita semakin dekat dan mencintai Allah SWT serta pada sesama.

Rasa tenang dan damai itu begitu terasa saat memasuki pintu gerbang. Bangunan yang mirip istana dengan campuran arsitektur Arab, Cina, dan Jawa yang dihiasi dengan ornamen huruf Arab berwarna biru seolah menyambut para pengunjung. Ketika menyusuri bangunan, suasana terasa sangat sejuk dilengkapi dengan pepohonan yang rimbun sehingga mampu membawa kita sejenak melupakan rutinitas keduniawian.

Asal Mula Ponpes
Pondok Pesantren “Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rohmah” di ambil dari Bahasa Arab yang artinya “Lautannya Lautan Madu dari Keutamaan Rahmat”. Sungguh indah sekali nama yang ditorehkan, sehingga sesuai dengan bangunannya yang nampak menawan. Pondok Pesantren ini mulai dibangun pada tahun 1978 yakni semenjak ada santri yang menetap. Pengerjaan Pondok dilakukan secara bertahap dengan melibatkan santri-santri dan dana seadanya, tanpa meminta sumbangan pinjaman ataupun mengharapkan pemberian dari orang lain.

Pedoman ini dituliskan bahwa dalam membagun masjid dilarang meminta-minta, sikap tamak dan tidak boleh hutang. Romo Kyai Haji Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam (alm) yang dulu akrab disapa Romo Kyai Ahmad merupakan perintis pertama pembangunan ponpes ini. Yang ia bangun sejak 1963, sekaligus arsitek dari bangunan megah ini. Baru dua bulan ini merintis Pembangungan Ponpes, ia telah berpulang menghadap Sang Khalik, yang juga dimakamkan di area sekitar Ponpes.

Konon, arsitektur bangunan pondok juga bukan hasil dari ilmu ataupun imajinasi seorang arsitek profesional, tetapi hasil dari istikharah pendirinya. Banyak masyarakat yang menganggapnya ini adalah pondok ajaib, masjid tiban dan lain sebagainya. Karena masyarakat tidak tahu kapan pondok ini akan selesai dibangun ataupun akan memulai membuat bangunan baru. Padahal, bangunan ini adalah mumi sebuah Pondok Pesantren yang didalamnya terdapat sekitar 250 santri. Bahkan diantara mereka ada yang sudah berkeluarga.

Keliling Ponpes
Jika pertama kali mengunjungi Ponpes ini, anda diberikan kartu masuk yang nantinya harus serahkan ke bagian informasi sekaligus mengambil kartu untuk keluar. Disini terdapat tiga titik informasi. Hal itu dimaksudkan untuk keamanan Ponpes yang terdiri dari sepuluh lantai dan dapat dijelajahi dengan menggunakan lift maupun dengan anak tangga yang telah disediakan.

Di lantai dasar, pintu masuk dibuat berlorong dan dihiasi dengan lampu agar memberikan kesan tersendiri. Di pintu gerbang utania, pengunjung akan melihat dua bangunan miripguci yang sangat besar dan tinggi berwarna orange dan biru. Keduanya dipakai untuk pos. Di sisi kanan terletak sebuah taman yang dikelilingi pagar seperti taman bergaya Persia atau India.

Di lantai dasar, saat memasuki pintu utama, harus melalui lorong yang sisi kiri dan kanan penuh hiasan ornamen. Ornamen itu mirip batik dipenuhi bentuk daun atau bunga dan disisi lain juga ada kaligrafi yang didominasi warna biru muda. Di salah satu lantai, juga di lantai dasar terdapat beberapa wang mirip gua, yang dipenuhi batu-batu dan diterangi dengan lampu. Sementara di sisi kiri-kanarrnya ada beberapa akuarium berjajar dipenuhi berbagai macam ikan hias.

Semakin lama kita menyususuri ponpes, semakin banyak menemukan keindahan. Di lantai dua dan tiga terdapat Musholla yang terhubung dengan tempat Wudhu pria danwanita yang mampu menampung hingga ribuan jamaah. Tapi, begitu memasuki lantai empat dan lima kita bisa menemukan tempat yang sangat akrab dengan rumah tinggal layaknya rumah kebanyakan, sebab di lantai tersebut memang terdapat kediaman keluarga (Ndalem). Seperti layaknya tempat tinggal biasanya yang terdiri dari ruang tamu dengan bentangan karpet merah.

Tamu pria dan wanita terpisah. Di ruangan ini juga dilengkapi dengan dapur dan ruang makan yang mampu menampung sekitar 20 orang, serta di dalamnya juga terdapat ruang keluarga yang hanya di tempati oleh Bu Nyai, mengingat ketiga putrinya sudah berkeluarga. Sementara putra yang paling bungsu masihmenempuh ilmu di Ponpes Darul Ullum Jombang.” Sebab, di pundak dialah nanti baik atau buruk dan maju atau mundurnya dari masa depan ponpes ini,” kata Bu Nyai. Menurut Bu Nyai, sepeninggalan Kyai, pembangunan Ponpes di serahkan kepada keluarga serta panitia yang terdiri para jamah dan santri. “Pembangunan akan terus berlangstmg sesuai amanat yang ditinggalkan pada keluarga. Karena bangunan ini barn 40 persen dari total luas area sekitar lima hektar.

Begitu sampai di lantai sembilan, pengunjung dapat melihat pemandangan yang indah baik didalam maupun diluar kompleks Ponpes. Selain itu, di salah satu tempat juga terdapat area khusus untuk satwa, seperti kera dan beberapa macam satwa lainnya. Setelah puas keliling ke semua ruangan dan menjelajahi masjid hingga lantai delapan, pengunjung bisa beristirahat melepas lelah, karena di lantai ini terdapat deretan toko yang menjual minuman dan oleh-oleh khas Malang dan lengkap dengan Koperasi yang menjual baju dan kebutuhan sehari-hari. Di lantai sembilan, p engunjimg bisa keluar dan menjelajahi toko yang menjual bermacam-macam cinderamata dan sekaligus mendapatkan kaset CD yang berisi tentang Ponpes Bihaaru Bahri’ Asali Fadlaailir Rahmah.

Akses Menuju Ke Ponpes
Desa Turen adalah sebuah ibukota kecamatan di kawasan Kabupaten Malang di bagian selatan. Kota kecil ini terkenal dengan pabrik pembuatan senjata Made in Indonesia, PT  Pindad. Dengan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Malang menuju ke Desa Sananrejo, tepatnya jalan Wahid Hasyim, Gang Anggur, Kecamatan Turen, jalan menuju Ponpes Biharu Bahri’ Asali Fadlaailir Rahmah. Begitu memasuki jalan anggur, pandangan pertama yang kita lihat adalah berjajaran rumah penduduk yang menjual makanan dan minuman serta dilengkap toilet untuk pengunjung ()In

Tips Jika berkunjung ke Ponpes

  1. Bawa kantong plastik/tas kresek untuk menyimpai sandal/sepatu yang anda pakai
  2. Bawa persediaan air minum, kalau tidak membawa terdapat kios makanan pada lantai 8
  3. Jika takut tersesat, ikuti rombongan yang dipimpin oleh guide ponpes. Selain tidak tersesat, juga mendapat informasi seputar Pondok Pesantren Salafiyyah ini
  4. Jika suka dunia foto grafi, wajib membawa kamera dengan tambahan lampu flas.
  5. Jika merasa capek, Anda bisa naik lift yang lelah disediakan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume II, No. 21, September 2010, hlm. 30

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Malang, Wisata, Wisata Relegi dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ponpes Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, Turen Kabupaten Malang

  1. Rahman berkata:

    Patutlah kiranya kita bersyukur kpd Tuhan, Allah semesta alam yg tlh mengaruniai kpd kita pondok pesantren yg amat sangat cantik, menjadi tempat wisata religi semua umat di dunia ini baik muslim maupun non muslim bisa menikmati keindahan dan ketenangan lahir dan batin disana. Tentunya setiap bangunan memiliki arti fungsi keutamaan sendiri2 yg dpt dirasakan oleh para pengunjung. Maka dlm memahami maknanya diperlukan kebersihan hati dan jiwa supaya mata/penglihatan menjadi lebih tajam, dan pendengaran bisa menjadi lebih jelas dlm membaca ayat2/tanda2/simbol2/lambang2….dsb yg ada di pondok ini agar dpt mengambil intisari madu hikmahnya. Misalnya kalau kita berada di lt 5 tempat salat yg bisa menampung banyak sekali jemaah, kita seperti berada di dlm gunung/gunungan dg pohon2nya yg besar, terdapat kolam air, dikelilingi kebun2 anggur yg lebat buahnya yg bisa mengalirkan air sungai anggur dan gambaran ukiran tetesan2 madu yg bisa mengalirkan air sungai madu, Bukankah ini semua adalah gambaran perumpamaan sorga yg disediakan bg org2 yg dibersihkan dan disucikan hatinya oleh Tuhan, Allah semesta alam. Allahu akbar, Tuhan Maha Besar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s