Puspa Agro Sentra Buah dan Palawija


PASAR INDUK modern di Jemundo Sepanjang Sidoarjo kini telah menjadi pusat perdagangan agrobis terbesar di Indonesia. Puspa Agro teras menambah berbagai sarana dan prasarana perdagangannya. Paling anyar, dua los bangunan megah untuk pusat perdagangan buah dan palawija telah diresmikan.

Los seluas 60 x 160 meter terdiri 192 lapak yang setiap lapak ukuran 4 x 6 meter saat ini penuh dengan pedagang palawija dari berbagai daerah Jawa Timur. Jumlah pedagang per losnya sekitar 300 orang. “Pembangunan dua los komoditi itu menelan biaya Rp 50 miliar. Dua los itu khusus untuk memamerkan buah dan polowijo,” ujar Dirut PT Jatim Grha Utama (JGU) Erlangga Satriagung.

Kehadiran dua los melengkapi fasilitas perdagangan di Puspa Agro. “Semua sudah lengkap, mulai dari makanan pokok beras, sayur, buah, daging, dan palawija sudah tersepesialisasi, sehingga memudahkan upaya para petani dan pedagang Jawa Timur untuk bisa memasok kebutuhan pangan di kawasan Indonesia Timur dan Jawa Timur melalui Puspa Agro,” ujarnya.

Di los baru ini dapat ditemui berbagai komoditi khusus hasil para petani polowijo dari berbagai daerah Jawa Timur ada disini dan lengkap. Seperti aneka jagung hibrida, jagung manis yang biasanya dijual rebus juga ada di lapak Puspa Agro. Aneka jenis kacang kedelai sebagai bahan tempe tahu lengkap ada disini dengan harga jual cukup bersaing, yakni jika di pasar tradisional lainnya bisa mencapai Rp 7.600/kg di Puspa Agro hanya Rp 7.000-7.300/kg.

Aneka jenis ketela pohon atau kasafa sebagai bahan makanan tambahan selain nasi, juga terdapat lengkap disini. “Berapapun permintaanya para pembeli akan terpenuhi,” katanya. Perlu diketahui ketela pohon ini bisa diolah menjadi tape, digoreng, direbus, digetuk, untuk gaplek sebagai bahan tiwul, tepung tapioka dan sebagai bahan bakar biogas. Harganya cukup murah ketimbang di tempat lain hanya Rp 2.500/kg, karena ketela pohon di Puspa Agro dipasok langsung oleh para petani di sentra ketela pohon di Pacitan, Trenggalek, Kediri, Blitar, Malang, Tulungagung dan Lumajang.

Ketela rambat/ubi jalar asal Pacet Mojokerto yang terkenal enak rasanya. Selain itu, ubi jalar (sweet potato) yang warnanya putih, kuning dan ungu yang rasanya legit asal Gunung Kawi yang biasa dibawa untuk oleh-oleh wisatawan dari Malang sekarang juga bisa dibeli di Puspa Agro Jemundo. Harganya ubi jalar gunung Kawi lebih mahal dari pada ubi jalar dari lain, Jika ubi jalar jenis lain Cuma Rp 2.500/kg ubi jalar dari Malang bisa mencapai Rp 5.000/kg.

Ubi jalar khas Gunung Kawi memang enak rasanya jika dimasak sebagai hidangan makanan tambahan maka harganya agak mahal. Selain di rebus ubi jalar juga bisa diolah menjadi berbagai bentuk makanan awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama jika disimpan. Bentuk awetan olahan bisa berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan bentuk lainnya. Dengan makanan olahan umbi jalar jika diproduksi besar-besaran bisa menambah kebutuhan bahan pangan non beras.

Ubi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang mampu menunjang program perbaikan gizi masyarakat. Nilai kalorinya cukup tinggi yakni 123 kalori/100 gram. Ubi jalar yang berkulit tipis dan berkadar air tinggi perlu penanganan yang baik selama masa panen. Seperti pengangkutan dan penyimpanan sebelum dimanfaatkan. Karena jika kulitnya rusa maka akan mudah mikro organism dan bakteri masuk ke dalam umbi. Palawija khas Malang ini juga mengandung vitamin A Sumber vitamin A selain dari buah-buahan juga ada pada makanan ubi jalar dan sangat eoeok terutama untuk anak.

Kemudian talas (bote) besar dan kecil, aneka gembili dan gembolo polowijo ini harga hanya Rp 5.000/kg. Kacang tanah lokal dari Tuban juga yang terkenal gurih dan empuk juga dijual oleh para pedagang polowijo Puspa Agro. Uwi dan dan gadung yang banyak terdapat dihutan belantara harganya cuma sekitar Rp 7.000/kg, aneka kentang baik yang besar dan kecil telah tersedia, jika kentang besar harganya Rp 7.500/kg dan kentang keeil cuka Rp 5.000/kg. (ryo)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Potensi, EDISI 06, JUNI TH 2011, hlm. 24.

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Sentra, Sidoarjo, Wisata, Wisata Khas dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Puspa Agro Sentra Buah dan Palawija

  1. fandhy berkata:

    apa ada tepung ubi jalar (telo rambat) warna putih??
    harga per kilonya berapa?? jika pembelian 1ton??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s