Perajin Gitar Elektrik Kota Mojokerto : Beradu dengan Buatan Pabrik Tetap Eksis di Tengah Hantaman Krisis


-Oktober 2011-

Fundamental ekonomi pelaku usaha kecil mikro kecil dan menengah (UMKM) terbukti memang lebih tahanterhadap hantaman krisis ekonomi global. Ditengah hantaman krisis ekonomi yang mendera sejumlah pelaku ekonomi di negeri ini, tak sedikit aktivitas pelaku ekonomi mulai berguguran. Namun tidak demikian dengan industri rumah tangga yang menghasilkan gitar elektrik di kawasan kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini justru tetap eksis dan bahkan melejit.

Selama ini hasil produksi rumahan sering diartikan sebagai produk dengan kulitas yang rendah. Selain karena tak banyak didukung dengan perakitan yang memadai, produk barangnya juga hanya berada di kasta bawah karena kalah branded dibanding dengan produk pabrik.

Kondisi ini juga dirasakan salah satu industri rumahan gitar elektrik di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Di tengah kondisi ekonomi yang Mrba tak menentu saat ini, mereka harus tetap bertahan. Tentunya, dengan banyaknya kendala yang dihadapi. Baik dari sisi kapasitas produksi, tenaga kerja maupun modal yang digunakan.

Seperti tempat produksi gitar elektrik milik Ashadi yang berada di pinggiran Kali Brantas ini, geliat usaha masih terlihat eksis. Dengan karyawan yang berjumlah 10 orang, Ashadi mampu menghasilkan 200 unit gitar elektrik berbagai tipe dalam kurun waktu satu semester.

Salah satu faktor yang membuat industri ini tetap eksis adalah karena daya beli masyarakat yang cenderung menurun terhadap produksi gitar pabrikan. Menyusul harga gitar impor yang terus melambung. Pangsa pasar yang dibidik pun boleh dikatakan sangat tepat. Meski dengan kualitas yang bagus, produk Ashadi memiliki selisih harga yang jauh dengan gitar pabrikan, walau ada beberapa material yang berbeda.

Bayangkan, Ashadi hanya menjual produknya dengan harga Rp400 ribu – Rp 1,1 juta. Dari harga itu, Ashadi mampu mencetak barang yang nyaris sama dengan gitar pabrikan. Tentu saja, order setiap bulannya pun akan terus meningkat.

“Salah satu hal yang membuat produk kami tetap laku adalah karena harga yang kami tawarkan lebih rendah dengan kualitas yang saran baik dengan produk pabrikan,” urai Ashadi.

Selama ini yang membedakan, gitar-gitar buatan tangannya yakni menggunakan material pendukung lainnya dari pabrik lokal. Seperti pick up, bridge, tuning machines, dan beberapa material elektronik lainnya. Pilihan produk pabrikan lokal untuk jenis material ini tentunya disesuaikan dengan harga gitar yang akan dia jual.

Dengan keahlian para karyawan yang rata-rata korban PHK salah satu pabrik gitar di Mojokerto, Ashadi mampu membentuk produk yang ideal dan presisi, meski sampai saat ini dia tak memiliki merk atas produk-produknya itu. Kemampuan para karyawan yang memang telah makan asam garam di dunia industri gitar elektrik, mampu menutupi segala kekurangan yang berkaitan dengan produk.

Selama hampir lima tahun menjalani usaha ini, Ashadi memang tak berniat memunculkan merek. Dia hanya melayani pesanan sesuai  dengan merek yang diminta. Tentu saja dia tak akan memasang merek gitar ternama. Menurutnya, ada beberapa distributor yang memiliki merek sendiri dan diproduksi di showroomnya.

Dari beberapa jenis konstruksi gitar, dia mengaku masih belum memproduksi gitar jenis thru neck. Selama ini dia memproduksi gitar dengan kontruksi set in dan bolt on. Dua model kontruksi ini dianggapnya lebih mudah diproduksi, lantaran peralatan yang dimiliki memang belum mencukupi. Tapi menurutnya, dua model jenis inilah yang banyak diminati pembeli.

Menurutnya, tak mudah memang mengalahkan kualitas gitar produksi pabrikan. Apalagi dengan peralatan kerja yang dimilikinya selama ini, meski beberapa proses produksi telah menggunakan mesin.   karyadi/bhirawa.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Harian Bhirawa, Mata Rakyat Mitra birokrat, Rebo Pahing  26 Oktober 2011, hal. 12.

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Mojokerto [Kota], Sentra dan tag , , , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Perajin Gitar Elektrik Kota Mojokerto : Beradu dengan Buatan Pabrik Tetap Eksis di Tengah Hantaman Krisis

  1. Osin Zeedong berkata:

    gan..boleh minta nomor kontak yang punya home industri guitar tersebut?soalnya aku minat untuk membeli produk tersebut..trim’s..

    • maaf kami tidak punya nomor kontaknya, namun klo anda serius alamat ini mudah kok mencarinya, kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto

      • Crocky berkata:

        Sudah berusaha mencari dan nanya sana-sini, tapi belum ketemu. Rute yang saya tempuh adalah jembatan cakar ayam ke selatan. Malah ada warga iseng, saya dan teman di sasarkan ke area lokalisasi balong cangkring. mohon petunjuk rute yang benar gan. terima kasih.

    • ashadi berkata:

      Perajin Gitar Elektrik Kota Mojokerto
      Ashadi
      Tlp. 08121654320 ; 085731566084
      Alamat sekarang Jl. Empunala No. 295 stand 3 Kota Mojokerto

  2. ios silalahi berkata:

    maaf bos..
    pngen tw nmr tlpn ja
    biar komunikasi

  3. okepilang berkata:

    pak iki gitare sampean enek pora seng di jual nang pasar suroboyo…

  4. Ping balik: Perajin Gitar Elektrik Kota Mojokerto : Beradu dengan Buatan Pabrik Tetap Eksis di Tengah Hantaman Krisis | Temangsang Guitar Spot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s