Kerajinan Bambu Trenggalek, Khas Sukatno


-Maret 2004-
Laki-laki bertubuh subur itu, Sukatno, sudah 15 tahun menggeluti usaha kerajinan bambu. Kini, sebagai manajer bamboo and rotan handycraft di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, “mengomando” lebih dari 100 tenaga kerja. “Tetapi yang berada di sini (bekerja di rumahnya) hanya enam orang,” ujar suami Bibit Andayani itu.

Bermacam produk kerajinan dia hasilkan. Mulai dari tempat tissue, vas bunga, besek, tempat rokok, sketsel, keranjang, aneka mebel, sampai peralatan ijab Kabul temanten. Seabrek hasil kreatif tangan-tangan terampil dari Desa Wonoati itu. Jenis bahan baku pun pilihan. Bambu apus misalnya, harus yang berwarna kehitam-hitaman. Diolah seperti warna aslinya. Nilai artistiknya biar tetap ada.

Ketekunan Sukatno patut dicontoh. Modal awal hanya Rp 500 ribu. Bahan baku pun memanfaatkan bambu milik penduduk di sekitar desanya. Kini, dia mampu menembus pasar nasional, bahkan internasional. Selain Surabaya juga menyebar di pasar Jawa Tengah, Bali, dan Kalimantan. Pembeli dari luar negeri datang sendiri, antara lain dari Brunei Darussalam.

Order lumayan banyak. Jenis barang yang dipesan pun beragam. Seorang ibu dari Surabaya yang kebetulan datang ber-sama Jatim News, memesan tempat snack dari kulit bambu. “Bentuknya lucu dan menarik. Lebih nyentrik daripada ditempatkan dalam kardus,” komentar Ny. Ida yang akan punya hajat mantu.

Sukatno juga banyak menerima order pembuatan besek (tempat nasi dan sayur dari anyaman bambu). Lazim digunakan pada acara kenduri/syukuran. Order besek lazim dalam jumlah besar. Pengerjaan dilakukan di rumah-rumah pekerjanya. “Rumah saya tidak cukup,” ujar juragan perajin yang juga Carik (Sekdes) Wonoanti itu. Dia mengaku kerap kewalahan menerima order pada bulan Besar (Jawa), saat musim hajatan. Ada juga pemesan yang memberikan desain gambar produk. Kadang dia sulit memenuhi pesanan sesuai dengan desain/gambar. Bentuknya rumit, dan kurang pengalaman memahami desain.

Harga-harga produk kerajinan bambu dan rotan Sukatno amat variati. Tergantung motif, jenis, dan besar-kecilnya. Tempat snack misalnya, Rp1500,00/biji. Besek yang dihias cantik, Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Sketsel (penyekat ruangan) ukuran 2,5 x 0,6 meter tiga “daun”, Rp250 ribu. Kursi raja yang dipesan pembeli dari Brunei misalnya, harganya Rp1 ,5 juta. Bahan bakunya bambu pilihan dibalut rotan. Kecermatan tingkat pengerjaannya memang tinggi. Pengerjaan satu set kursi tamu butuh waktu 20 hari.

Bahan baku bambu pilihan per batang Rp5.000,00. Cukup murah dibandingkan dengan Surabaya yang Rp20 ribu/batang. Bahan baku pun mudah didapat, karena rata-rata pekarangan penduduk setempat secara alami ditumbuhi bambu.

Peralatan yang dipakai juga sangat sederhana. Seperti pisau dan parang aneka bentuk, palu, dan bar. Namun kecermatan menyayat dan merangkai bahan baku sangat menentukan kualitas produk. Kualifikasi perajin pada umumnya otodidak, meski Sukatno juga kerap turun membimbing. Dinas Perindustrian dan Perdagangan pernah memberikan diklat, namun itu tak cukup. Kalangan perajin masih harus banyak belajar sendiri, agar bisa memenuhi selera konsumen. Saat musim hujan seperti sekarang, mereka memerlukan oven (pemanas) untuk mengeringkan bahan baku.

Keikutsertaan di even nasional maupun internasional, sangat diperlukan sebagai salah satu promosi efektif. Biasanya instansi terkait mengajak perajin. Soal peran bank, versi Sukatno, tidak ada masalah. Bank BRI memberikan suntikan dana berapa pun yang dia minta. Tergantung omset tiap bulan. Lazimnya Rp10 juta dengan bunga lunak. Meski demikian dia tidak selalu mengandalkan kredit bank. Hanya pada situasi mendesak, misal saat order membludak.

Sentra kerajinan bambu dan rotan di Desa Wonoanti bisa dicapai dengan bus jurusan Surabaya-Trenggalek (196 km). Sebelum memasuki Kota Trenggalek, belok kiri ke jurusan Kecamatan Karangan, kira-kira 2 km kemudian ada pertigaan pertama, belok ke kiri lagi, sampailah di sentra kerajinan itu.  GM
BAMBU INDAH (Bp. Sukatno) Ds. Wonoanti, Kec. Gandusari Telp. (0355) 811050

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, Edisi 3o, 12 -26 Maret 2004, Tahun II.

About these ads

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Tulisan ini dipublikasikan di Sentra, Trenggalek, Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Kerajinan Bambu Trenggalek, Khas Sukatno

  1. fauzi s berkata:

    mau tanya apa bisa order krajinan dri bpk.karena saya tertarik utk berbisnis ketrampilan dari bambu ini.klo bisa mohon dikirim data photo jenis produk dan hargax.trims

    • Sebelumnya mohon maaf, Blog kami bukan promo produk, kami hanya memperkenalkan info tentang Jawa Timur, tentang semua info mengenai Jawa Timur. Jadi kalau tentang produk dan lainnya Anda bisa langsung menghubungi bersangkutan, alamat dan no tlp ada di artikel ini. Semoga sukses. …

  2. Ping balik: kerajinan tangan etnikCara Cohofest | Cara Cohofest

  3. Ping balik: kerajinan khas jawa baratCara Cohofest | Cara Cohofest

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s